HOME  ⁄  Geopolitik

Departemen Keuangan AS Jatuhkan Sanksi kepada Presiden Kuba dan Kerabat Raul Castro

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Departemen Keuangan AS Jatuhkan Sanksi kepada Presiden Kuba dan Kerabat Raul Castro
Foto: (Sumber : Gedung Capitol berdiri sebagai salah satu landmark yang paling dikenal di kota ini di tengah aktivitas perkotaan sehari-hari, terlihat di Havana, Kuba, Senin (20/4/2026). ANTARA/Anadolu Agency/Magdalena Chodownik/aa..)

Pantau - Departemen Keuangan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel Bermudez beserta sejumlah anggota keluarganya dan kerabat mantan Presiden Raul Castro pada Kamis (4/6/2026).

Sanksi tersebut juga dikenakan kepada istri Diaz-Canel, Lis Cuesta Peraza, serta putranya Manuel Anido Cuesta.

Selain itu, putra Raul Castro, Alejandro Castro Espin, dan cucunya Raul Alejandro Castro Calis turut masuk dalam daftar individu yang dikenai sanksi oleh pemerintah Amerika Serikat.

Sanksi Menyusul Dakwaan terhadap Raul Castro

Langkah terbaru Washington terjadi setelah Departemen Kehakiman AS pada pertengahan Mei 2026 mendakwa Raul Castro bersama lima perwira militer Kuba terkait insiden penembakan dua pesawat pada 1996.

Pesawat tersebut diketahui memiliki keterkaitan dengan kelompok pengasingan berbasis di Miami, Brothers to the Rescue.

Pemerintah Kuba menolak tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai provokasi politik.

Havana menegaskan tindakan yang dilakukan saat itu merupakan upaya membela diri setelah berulang kali terjadi pelanggaran wilayah udara Kuba oleh pesawat kelompok tersebut.

Kuba Tuding AS Tingkatkan Tekanan Ekonomi

Pemerintah Kuba sebelumnya menyatakan ancaman agresi Amerika Serikat terhadap negaranya semakin meningkat di tengah tekanan ekonomi dan pengetatan sanksi.

“Bahaya agresi militer terhadap Kuba meningkat setiap hari,” ungkap Wakil Menteri Luar Negeri Kuba Josefina Vidal Ferreiro dalam sidang parlemen.

Menurut Ferreiro, Amerika Serikat telah memperketat tekanan ekonomi terhadap Kuba melalui berbagai langkah pembatasan yang bertujuan melumpuhkan perekonomian negara tersebut.

“Perang ekonomi yang diberlakukan lebih dari enam dekade lalu telah diperketat dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam beberapa bulan terakhir,” ujarnya.

Ferreiro juga menuduh Washington menciptakan berbagai dalih baru untuk meningkatkan tekanan terhadap Kuba dan berpotensi membenarkan tindakan militer terhadap negara tersebut.

Langkah sanksi terbaru ini menambah panjang daftar ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Kuba yang terus berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.

Penulis :
Aditya Yohan