
Pantau - Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengizinkan 36 kapal pendukung bantuan kemanusiaan melintasi Selat Hormuz pada 4 Juni 2026 di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
CENTCOM dalam unggahannya di platform X menyebut pasukan AS juga telah mengalihkan 127 kapal komersial serta menghentikan operasional enam kapal yang dinilai melanggar aturan.
“Pada 4 Juni, pasukan AS telah mengalihkan 127 kapal komersial, menghentikan operasional 6 kapal yang melanggar aturan, dan mengizinkan 36 kapal yang mendukung bantuan kemanusiaan untuk melintas,” ungkap CENTCOM.
Ketegangan AS dan Iran Berlanjut
Ketegangan kedua negara meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk Teheran, pada 28 Februari 2026.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan serta korban sipil di sejumlah wilayah Iran.
Pada 7 April 2026, Washington dan Teheran kemudian menyepakati gencatan senjata selama dua pekan.
Namun, pembicaraan lanjutan yang digelar di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan sehingga AS melanjutkan blokade terhadap pelabuhan dan perairan Iran.
Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang jeda permusuhan guna memberi kesempatan kepada Iran untuk mengajukan proposal perdamaian.
Pengawalan Kapal di Selat Hormuz
Laporan The New York Times yang mengutip pejabat CENTCOM menyebut hingga 1 Juni 2026, Amerika Serikat telah mengawal sekitar 70 kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz dalam tiga pekan terakhir.
Sebelumnya, CENTCOM sempat membantah laporan mengenai dimulainya kembali pengawalan kapal di kawasan tersebut.
Menurut sumber yang dikutip media tersebut, identitas kapal yang melintas maupun rute pelayarannya tidak diungkapkan kepada publik.
Seorang pejabat juga mengonfirmasi sedikitnya satu kapal melintasi wilayah yang berada dekat dengan garis pantai Iran.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis dunia yang menjadi lintasan utama perdagangan energi dan logistik internasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan





