Forgot Password Register

Ratusan Warga Batubulan Terisolir Akibat Erupsi Gunung Karangetang Sulut

Ratusan Warga Batubulan Terisolir Akibat Erupsi Gunung Karangetang Sulut Material vulkanik gunung api Karangetang terpantau dari laut bagian barat Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. (Foto: Antara/Adwit B Pramono)

Pantau.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) mengatakan, masih ada 494 warga terisolir di Desa Batubulan, Kecamatan Siau Barat Utara, Sulawesi Utara, karena jalur darat terputus oleh guguran lava dari Gunung Karangetang dan gelombang laut tinggi yang terus terjadi.

"Warga korban erupsi Karangetang yang terisolir itu, belum bisa dievakuasi karena kondisi yang tidak memungkinkan, tetapi sedang diupayakan supaya bisa dipindahkan," kata Kepala BPBD Sitaro Bob Waten di media centre Ondong, Manado, Jumat (8/2/2019).

Baca juga: Erupsi Gunung Agung, Tujuh Wilayah Terdampak Hujan Abu

Ia mengatakan, untuk menolong warga yang terisolir akibat bencana tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sitaro melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Dinas Sosial dibantu Basarnas, Tagana, TNI dan Polri terus mengirimkan bantuan logistik untuk membantu bertahan hidup.

Bantuan logistik yang diberikan antara lain makanan dan keperluan lainnya. Sedangkan, upaya menyelamatkan warga yang terisolir sedang dimatangkan supaya tidak membahayakan ketika akan melakukan evakuasi.

"Saat ini angin sedang kencang dan tinggi gelombang tidak memungkinkan perahu maupun kapal bersandar di dermaga, terlalu berbahaya dan bisa membahayakan nyawa kalau nekat mendekati kampung tersebut," kata Waten.

Baca juga: Antisipasi Dini Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ini Alat Baru yang Dipasang BMKG

Waten mengatakan berdasarkan data yang terkumpul saat ini, jumlah pengungsi bertambah mencapai 195 orang.

"Jumlah pengungsi sudah mencapai 195 orang dari 55 kepala keluarga dengan rincian, ada di BPBD Siau sebanyak 122 jiwa, terdiri dari 65 laki-laki, 57 wanita. Kemudian di SD GMIST Batubulan berjumlah 44 jiwa, terdiri dari 21 laki-laki dan 23 perempuan," katanya.

Selain itu ada juga warga Batubulan yang mengungsi dan menumpang di kediaman keluarganya sebanyak 29 jiwa, terdiri dari 13 laki-laki dan 16 perempuan serta ada yang masih di Batubulan.

Pada Senin (4 Februari 2019), Aktivitas Gunung Karangetang, Sulawesi Utara, meningkat. Gunung Karangetang mengeluarkan guguran lava yang terjadi sekitar pukul 23.00 WITA. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More