Pantau Flash
Voli Pantai Indonesia Melaju ke Semifinal Turnamen World Beach Games
KPK OTT Bupati Indramayu
PDIP Pasrahkan Kabinet ke Jokowi
AICHR Desak Diterapkannya Perjanjian ASEAN Soal Kabut Asap Lintas Batas
Tol Langit Diprediksi Tingkatkan Ekonomi Digital Indonesia Timur

Ridwan Saidi: Jokowi Seperti Orang yang Sudah Tahu Bakal Kalah

Headline
Ridwan Saidi: Jokowi Seperti Orang yang Sudah Tahu Bakal Kalah Ridwan Saidi (Foto: Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Budayawan betawi sekaligus politikus senior, Ridwan Saidi menilai bahwa Joko Widodo sebagai calon presiden saat ini sedang menunjukkan psikologis orang yang sudah mengerti bahwa dirinya akan kalah di Pilpres 2019.

Menurutnya hal itu juga terlihat dari adanya sejumlah pengkritik pemerintah yang lantas dijebloskan ke penjara. Hal itu diungkapkannya dalam sebuah diskusi bertajuk 'Jelang Pilpres Jokowi Blunder dan Panik?' yang digelar di Seknas Prabowo-Sandiaga, Jalan Hos Cokroaminoto, Menteng, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

"Yang kayak begini sebenarnya ini adalah psikologi orang yang sudah mengerti akan kalah. Apalagi Amien Rais, Pak Prabowo, diancam bakal ada penangkapan-penangkapan, nah itu dia takut," ujar Ridwan.

Baca juga: Tim TKN Jokowi-Ma'ruf Minta Rivalnya Berhenti Bicara Kriminalisasi

Ridwan kemudian menyinggung saat dirinya dulu turut berkontestasi pada pemilu di zaman orde baru bersama PPP. Kala itu, sambungnya, Golkar sebagai lawan politik tidak sampai melakukan hal-hal yang dilakukan rezim pemerintahan seperti sekarang.

"Golkar dulu tidak panik, karena dia tidak mungkin membendung saya di DKI dia biarkan kita menang, enggak ada lagi yang bisa dia lakukan. Aceh menang, Kalimatan Selatan menang, baru dia jagain yang lain-lain," ungkapnya.

Dirinya melanjutkan bahwa saat ini Jokowi sebagai petahana tidak bisa menggaet suara di setiap daerah. Sebab Ridwan mengklaim bahwa saat ini hampir di setiap daerah yang disasar petahana sudah menjadi basis Prabowo-Sandi. Ia mengibaratkan situasi petahana saat ini sedang terjebak dalam permainan sepakbola khas Brazil, Jogo Bonito.

Baca juga: JK: Ahok Jangan Gabung ke TKN Jokowi-Ma'ruf

"Nah ini dia mau jaga mana mau kemane kite pergi di situ ada Prabowo-Sandi kok. Susah. Jadi dia itu menghadapi jogo bonito zaman Romario Faria (pemain sepakbola Brazil). Dia mau jaga satu ada Bebeto, dia mau jaga Bebeto ada Dunga, jadi susah. Mereka ini susah. Jadi satu permainan cantik jogo bonito zaman itu. Nah ini sekarang begitu yang dia alami," ungkapnya.

Lebih lanjut, Ridwan berharap pemerintahan sekarang tidak terus melakukan penangkapan kepada pihak yang melakukan kritik. Menurutnya pilpres harus disikapi sebagai sebuah pertandingan yang biasa ada pihak yang kalah, ada yang menang.

"Kalau pertandingan itu ada yang kalah ada menang ya kan. Enggak usah apa namanya berimbas seperti ini nanti ada penilaian Komnas HAM internasional kok gini-gini amat sih pemilu di Indonesia lawannya enggak boleh menang, jangan begitu lah," tandasnya.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Bagaskara Isdiansyah
Category
Nasional

Berita Terkait: