Pantau Flash
PSG Tolak Tawaran Barcelona untuk Neymar
Amnesty International Desak Presiden Jokowi Ambil Alih Kasus Novel
BPPT: Gempa Megathrust Magnitudo 8,8 Berpotensi di Selatan Pulau Jawa
Wadah Pegawai KPK Kecewa dengan Hasil Investigasi TPF Kasus Novel
Penyuap Romahurmuziy Dituntut 3 Tahun Penjara dan Ditolak Jadi JC

Ritel Asing Jamah Indonesia, Pengusaha: Kita Enggak Pernah Khawatir

Ritel Asing Jamah Indonesia, Pengusaha: Kita Enggak Pernah Khawatir Galeri Miniso di Sydney (Foto: wikipedia)

Pantau.com - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengaku tak khawatir dengan keberadaan ritel asing di Indonesia. Ritel asing justru dinilai akan menambah investasi di Indonesia dan membantu meningkatkan produktivitas. 

Ketua umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Aprindo Roy Mande mengatakan pada akhirnya peningkatan produktivitas akan berpengaruh pada belanja konsusmsi. 

"Kita nggak pernah khawatir dengan ritel asing. Karena sebagian ritel asing sudah ke Aprindo," ujarnya saat ditemui di kawasan Jalan Iskandar Muda, Jakarta Selatan, Kamis (11/7/2019).

Baca juga: Aprindo Sebut Warga Kunjungi Pusat Perbelanjaan Hanya untuk Makan

"Tapi kita justru bisa menyerap teknologi, kita berharap adanya investasi sehingga ada tenaga kerja. Karena menyerap tenaga kerja berarti meningkatkan produktivitas mereka, ujung-ujungnya mereka belanja lagi," imbuhnya.

Sehingga ia menilai sah saja ritel asing masuk ke Indonesia. Selain itu kata dia, ritel juga saat ini terus melakukan pembenahan terutama untuk menyesuaikan perkembangan teknologi. 

"Peritel lokal juga senantiasa sudah berbenah diri. Menyerap teknologi omni channel, kemudian juga peritel lokal mulai mengembangkan big data, pemanfaatan data untuk mentriger konsumen bahwa ada spesial price dan produk," katanya.

Baca juga: Indonesia Great Sale Targetkan Dongkrak 20 Persen Pengunjung Mall

Termasuk juga penggunaan teknologi kecerdasan buatan untuk memperkuat persaingan yang semakin ketat sejalan dengan perkembangan zaman. 

"Kemudian juga dengan adanya AI (Artificial Intelligent), berapa peritel menggunakan teknologi, ini adalah bagian dari kita memperkuat diri kita dalam menghadapi peritel yang masuk dari luar," pungkasnya. 

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika
Category
Ekonomi

Berita Terkait: