Forgot Password Register

Saat Rusia Terima Ultimatum dari AS Soal Kontrol Peluru Kendali

Saat Rusia Terima Ultimatum dari AS Soal Kontrol Peluru Kendali Bendera Rusia. (Foto: Reuters/Grigory Dukor)

Pantau.com - Amerika Serikat memberi batas waktu 60 hari bagi Rusia untuk memberikan klarifikasi soal kontrol atas persenjataan, yang membuat Eropa bebas dari peluru kendali.

Dalam pertemuan di Brussel, sekutu-sekutu Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo untuk memberikan kesempatan terakhir bagi upaya diplomasi sebelum AS menarik diri dari Perjanjian Angkatan Nuklir Jarak-Menengah 1987 (INF).

Para sekutu mengkhawatirkan perlombaan baru akan muncul persenjataan di Eropa.

Baca juga: Selidiki Serangan Mematikan AS di Afghanistan, NATO Turun Gunung

Sebagai gantinya, para menteri luar negeri NATO setuju untuk secara resmi menyatakan Rusia melakukan "pelanggaran materi" Perjanjian INF dalam adakan bahwa Amerika Serikat.

Rusia membantah melakukan pengembangan peluru Kontrol jarak-tengah Cruise. Rudal yang berbasis di darat itu mampu melontarkan hulu ledak nuklir dan menghantam kota-kota Eropa dalam waktu singkat.

Baca juga: Gempa Magnitudo 7,6 Guncang Kaledonia Baru, Peringatan Tsunami Dikeluarkan

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan saat ini ada dorongan diplomatik kuat pada upaya untuk mengungkapkan Rusia agar apa yang Pompeo katakan sebagai "kesatuan-kesatuan rudal SSC-8". Namun sementara itu, Washington bersiap-siap keluar dari perjanjian itu pada Februari.

"Jangkauannya membuat (rudal, red) nya sebagai ancaman bagi Eropa," kata Pompeo soal peluru Kendali itu, yang juga disebut dengan Novator 9M729. Ia berbicara setelah mengadakan pertemuan dengan mitra-mitranya di NATO.

Pompeo menambahkan bahwa tindakan-tindakan Rusia "sangat meremehkan perang nasional Amerika dan sekutu-sekutu kami".

Share :
Komentar :

Terkait

Read More