Forgot Password Register

Sebuah Reklame di Australia Bikin Heboh dan Menuai Kontroversi, Tengok Deh Gambar Ini

Sebuah Reklame di Australia Bikin Heboh dan Menuai Kontroversi, Tengok Deh Gambar Ini Reklame yang mempromosikan pistol sebagai hadiah Natal ini muncul di Kota Brisbane. (Foto: via ABC News)

Pantau.com - Pistol sebagai hadiah Natal? Begitulah reklame yang dipasang di salah satu jalan ramai di Kota Brisbane, Australia, memasuki musim liburan akhir tahun ini.

Papan reklame di jalan Loganlea itu dipasang oleh toko senjata setempat, menampilkan sebuah pistol di antara kado Natal lainnya.

Komisaris Kepolisian Queensland Ian Stewart mengatakan iklan itu mengirimkan pesan yang salah kepada masyarakat dan harus segera diturunkan. "Saya minta reklame itu diturunkan," katanya kepada Craig Zonca dan Rebecca Levingston, yang dikutip dari ABC News, Kamis (6/12/2018).

"Saya pikir iklan itu tidak diperlukan. Mereka yang menggunakan senjata untuk olahraga atau pekerjaan sudah tahu kemana harus membeli senjatanya," ucapnya.

Baca juga: Duh Fergusso... Gara-gara Gerakan Terbang Berbentuk 'Penis', Komandan Skuadron AS Dipecat

Pesan yang muncul, katanya, justru bertentangan dengan segala hal baik tentang Australia. Stewart mengatakan hal ini mungkin saja tampak biasa di negara seperti Amerika Serikat, namun tidak seperti itu di Australia.

Meski hidup di negara yang menganut kebebasan berbicara dan mungkin juga iklan itu tidaklah ilegal, namun dia mengaku sedih karena ada pengusaha beriklan dengan cara seperti itu.

"Saya menghormati mereka yang memiliki senjata dan menggunakannya untuk hobi atau olahraga," katanya seraya menambahkan di Australia ada keseimbangan mengenai hal itu.

Komisaris Stewart mengutip laporan website Gun Violence Archive yang menyebutkan terjadi penembakan massal setiap hari selama 2018 di AS. Menurut dia, Australia memiliki aturan hukum tentang senjata yang paling adil di dunia.

"Definisi penembakan massal itu jika korbannya empat orang atau lebih. Tidak selalu terbunuh, tetapi waktu atau lokasi yang sama. Kita dicemburui negara-negara lain dalam kaitannya dengan undang-undang senjata," ujarnya.

Stewart mengatakan di sini tidak terjadi penembakan massal seperti di AS. Namun sejumlah warga tampaknya tidak begitu mempermasalahkan reklame tersebut. Sebagian melihatnya sama saja dengan iklan lainnya. "Mengapa mereka tak mengeluhkan reklame perempuan setengah telanjang?" ujar warga bernama Deb Selbie-Cain

"Larang juga iklan mobil karena mobil membunuh lebih banyak orang Australia daripada senjata," kata warga lain bernama Lance Ridley

Baca juga: Australia Digoyang 'Tsunami Darat' Selama November, Kerugian Ditaksir Capai 8 Miliar

Sebaliknya para penentang mengecam dengan menyebut reklame tersebut mengerikan dan tidak pantas.

Toko senjata yang sama sebelumnya juga memicu kontroversi karena memasang reklame di dekat Sunshine Coast awal tahun. 

Biro Standar Periklanan (ASB) saat itu menjelaskan pihaknya tidak menerima banyak keluhan mengenai reklame ini. "Jika keluhan yang masuk terkait dengan masalah kode etik, maka kasus akan ditindaklanjuti," kata seorang jurubicara ASB.

Menurut ketentuan periklanan, jika hal itu terjadi maka pengiklan akan diminta menurunkannya atau mengubah iklan mereka. Pihak pengiklan telah dihubungi namun belum mendapat tanggapan.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More