Pantau Flash
Jubir KPK: Tak Ada Ketentuan Pimpinan Harus Perwakilan Institusi Tertentu
JK Isyaratkan Gerindra Lebih Baik Jadi Oposisi Demi Keseimbangan
Unggul Head to Head dengan Li/Liu, Minions Ogah Pandang Remeh
Tolak Pinangan Barca dan PSG, De Ligt: Saya Mengagumi Juventus
Hingga Akhir 2019, Blok Masela Bisa Dongkrak Cadangan Migas 300 Persen

Soal Penahanan Massal Uighur, Turki: China Lakukan Tindakan Memalukan Bagi Kemanusiaan

Soal Penahanan Massal Uighur, Turki: China Lakukan Tindakan Memalukan Bagi Kemanusiaan Lebih dari satu warga Uyghur di provinsi Xinjiang ditahan di pusat pendidikan kembali oleh China, guna memerangi terorisme dan ekstrimisme. (Foto: Reuters/Thomas Peter)

Pantau.com - Turki untuk pertama kalinya memberikan komentar mengenai penahanan massal warga etnis minoritas Uighur yang dilakukan China dengan mengatakan tindakan Beijing ini merupakan 'tindakan yang memalukan bagi kemanusiaan.'

Dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (9 Februari 2019) , juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki Hami Aksoy mengatakan, bukan rahasia lagi bahwa China secara tanpa pandang bulu menahan lebih dari satu juta warga Uighur di kamp konsentrasi.

Aksoy merujuk kepada kamp pendidikan lagi besar-besaran yang dibuat oleh China di provinsi Xinjiang guna menahan warga minoritas Uighur, daerah yang dimasukkan ke dalam wilayah China, setelah para pemimpin Republik Turkistan Timur menyerahkan wilayah mereka ke Partai Komunis China di tahun 1949, seperti dilansir ABC News, Senin (11/2/2019).

Baca juga: Kesaksian Perempuan Uighur Usai Bebas dari Kamp Pelatihan Paksa di Xianjiang

Penelitian yang dilakukan ABC menemukan, kamp dengan luas lebih dari dua juta meter persegi menahan para warga yang kemudian dipaksa untuk menyampaikan kesetiaan kepada China dengan paksaan.

Seorang tahanan mengatakan kepada ABC bahwa dia mendapat suntikan yang bahan yang tidak diketahui isinya, dan mendapat penyiksaan fisik dan mental. Seorang musisi dan penyair Uyghur terkenal Abdurehim Heyit juga dipenjara, yang sebelumnya dihukum selama delapan tahun karena salah satu lagu yang diciptakanya.

Turki mengatakan bahwa warga Uighur mendapat tekanan dan asimilasi sistemis di China Barat. Aksoy mengatakan, Turki telah menyampaikan keprihatinan ini dengan China di semua tingkatan dan mendesak pihak berwenang untuk menutup pusat penahanan dan menghormati hak asasi manusia.

"Tragedi ini kembali menguatkan rekasi pendapat umum warga Turki mengenai pelanggaran serius HAM di wilayah Xinjiang. Kami berharap adanya reaksi ini mendapat perhatian serius dari pemerintah China," kata Aksoy.

Baca juga: Tak Ada Gambar Babi dalam Siaran TV Imlek Terbesar di China, Gegara Uighur?

"Kami menghormati dan berduka untuk Abdurehim Heyit dan semua yang lain yang telah kehilangan nyawa mereka mempertahankan identitas Muslim dan Turki mereka," kata Aksoy.

Dalam reaksinya Kedutaan China di ibukota Turki, Ankara, sudah menyebut komentar Aksoy tersebut sebagai hal yang sepenuhya tidak bisa diterima dalam jawaban panjang yang dimuat di situs mereka.

"Baik China dan Turki menghadapi tugas yang berat dalam memerangi terorisme. Kami menentang adanya usaha mempertahankan standar ganda mengenai masalah memerangi terorisme," kata pernyataan tersebut.

"Kami berharap pihak Turki akan memiliki pemahaman yang benar mengenai usaha yang dilakukan China untuk menerapkan langkah yang tepat guna memerangi terorisme, dan ekstrimisme, menarik tuduhan yang tidak benar, dan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi dampak buruk," kata pernyataan itu lagi.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait: