Forgot Password Register

Update Pembangunan Jembatan Wamena CS Pasca Penembakan di Papua

Update Pembangunan Jembatan Wamena CS Pasca Penembakan di Papua Ruas jembatan Wamena-Heberna-Kenyam-Mumugu (Foto: Instagram/Kementerian PUPR)

Pantau.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan pemerintah akan terus melanjutkan pembangunan ruas jalan Trans Papua, meskipun terjadi insiden pembantaian pekerja di area tersebut. Untuk memastikan hal itu pun Basuki sudah terbang ke Papua untuk meninjau.

Ia mengatakan bahwa kejadian yang menimpa para pekerja PT Istaka Karya di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua hanya terjadi di segmen 5 dengan panjang 278 kilometer. 

"Segmen 5 itu ruas Wamena-Heberna-Kenyam-Mumugu dan Batas Batu. Jalan sepanjang 278 kilometer ini sudah tersambung dan tembus. Kami hanya memasang 35 jembatan. Empat belas dilakukan oleh PT Istaka Karya dan 21 jembatan oleh PT Brantas Abipraya Persero," ungkap Basuki Hadimuljono.

Baca juga: Mengintip Sepeda Listrik Karya Anak Bangsa yang Bisa Gowes Hingga 115 KM

Menurutnya, sebenarnya daerah PT Istaka Karya itu aman. Hanya saja, kejadian kemarin itu terjadi di Kali Yigi.

"Pembangunan jembatan lain tetap jalan terus karena Trans Papua itu tidak hanya di Wamena saja. Itu hanya 278 kilometer dari Trans Papua dengan panjang 3.900 kilometer," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa masyarakat tidak ada yang menolak pembangunan Trans Papua, seperti di Holtekamp atau Digoel.

"Proses pembangunan di Wamena ini kami melibatkan TNI saat membuka jalan. Di belakangnya, ada PU yang bertugas untuk pengerasan dan pengaspalan," imbuhnya.

Baca juga: Bukan Narkoba, Bisnis Haram yang Sasar Kaum Hawa ini Untungnya......

Ia menegaskan bahwa tidak ada satu pun pembangunan yang dilakukan tanpa melaporkan ke Pangdam dan Kapolda.

"Seperti yang dilakukan PT Brantas Abipraya Persero memberhentikan selama empat bulan lalu karena daerahnya dianggap rawan. Hal ini diperintahkan oleh Pangdam dan Kapolda. Saat saya kunjungan terakhir dan bertemu Pangdam, masih belum boleh," imbuhnya.

Basuki Hadimuljono menandaskan bahwa tidak semua daerah di Papua itu rawan. Ada beberapa "red area". Yang tahu daerah tersebut adalah pihak keamanan.

"Apa yang terjadi ini tetap mendorong saya untuk membangun Trans Papua. Maju terus untuk membangun, meski ada risiko kerja," tegasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More