Pantau Flash
Jokowi Optimis Kereta Cepat Jakarta-Bandung dan LRT Rampung pada 2021
Ganda Campuran Indonesia Rontok di BWF World Tour Finals 2019
Sarri Nantikan Laga Juventus Kontra Spurs di Babak 16 Besar Liga Champions
6 Jasad Korban Letusan Gunung Berapi di Selandia Baru Ditemukan
The Daddies Melangkah ke Semifinal BWF Wolrd Tour Finals 2019

YLKI Desak Anies Baswedan Atur Keberadaan Otopet Listrik

YLKI Desak Anies Baswedan Atur Keberadaan Otopet Listrik Otopet naik JPO (Foto: instagram/jktinfo)

Pantau.com - Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk segera mengatur secara ketat keberadaan otopet listrik sebelum meluas menimbulkan masalah baru.

"YLKI mendukung Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang akan mengatur hal itu. Kami mendesak Gubernur Anies Baswedan cepat mengesahkan," kata Tulus melalui pesan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Baca Juga: Infografis 5 Tips Kendarai Otopet Listrik dengan Aman dan Nyaman

Tulus mengatakan, hal-hal penting yang perlu diatur secara ketat antara lain adalah perizinan, tarif, dan jaminan asuransi. Intinya, YLKI mendesak keberadaan otopet listrik dikendalikan secara ketat dan kuat.

Di sisi lain, YLKI juga mengkritik pihak yang menyewakan otopet listrik atas kematian dua penggunanya akibat kecelakaan lalu lintas di area Gelora Bung Karno, Senayan, pada Kamis dini hari. Menurut Tulus, pihak yang menyewakan otopet listrik tidak memberikan edukasi atau petunjuk teknis yang baik kepada penyewanya.

"Belum ada atau tidak ada edukasi tentang apa yang boleh dan tidak boleh, terutama terkait aspek keamanan. Karena itu, YLKI meminta penyewaan skuter listrik dihentikan sebelum aspek keamanan kepada calon pengguna diperbaiki," tuturnya.

Baca Juga: Dishub DKI Larang Otopet Listrik Naik Trotoar dan JPO

Tulus mengatakan, pihak yang menyewakan otopet listrik harus memastikan dan menjamin pengguna telah paham terkait rambu-rambu lalu lintas serta aspek keamanan dan keselamatan. Apalagi, dari sisi infrastruktur, belum ada dukungan yang memadai untuk jalur khusus untuk otopet.

"Belum ada sosialisasi yang memadai kepada pengguna, yang bisa jadi masih minim literasi terkait kepatuhan berlalu lintas. Bandingkan dengan pengguna sepeda di Belanda yang 40 persen telah mendapatkan edukasi sejak dini terkait aspek keselamatan dalam berlalu lintas menggunakan sepeda," tandasnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Bagaskara Isdiansyah
Category
Nasional

Berita Terkait: