
Pantau - Jepang telah lama menjadi pilihan bagi pencari kerja dari seluruh dunia, termasuk Indonesia, karena reputasinya sebagai salah satu negara dengan sistem pemberian gaji terbaik dan paling adil. Negara ini menawarkan berbagai peluang pekerjaan dengan kompensasi yang layak, di mana gaji disesuaikan dengan jam kerja, lembur, dan hari libur. Selain itu, bahkan orang yang menjalani magang di Jepang pun mendapat penghasilan cukup besar, baik gaji pokok maupun tunjangan lainnya.
Pada tahun 2023, kisaran gaji magang di Jepang berada antara 80.000 hingga 120.000 yen per bulan (sekitar Rp8,2 juta hingga Rp12 juta). Angka ini sudah termasuk tunjangan kehadiran sebesar 3.000 yen bagi mereka yang hadir penuh selama 20 hari kerja. Tunjangan tersebut bisa menjadi tambahan yang menarik, khususnya bagi pekerja magang yang mematuhi jam kerja yang telah ditentukan oleh perusahaan. Selain itu, bagi mereka yang bekerja lembur, gaji yang diterima bisa lebih tinggi, karena sebagian besar perusahaan menerapkan sistem lembur yang dapat meningkatkan pendapatan pekerja.
Namun, penting untuk diketahui bahwa standar gaji di Jepang bisa sangat bervariasi tergantung pada prefektur atau wilayah tempat bekerja. Setiap kota dan prefektur memiliki UMR (Upah Minimum Regional) yang berbeda. Sebagai contoh, Tokyo, sebagai ibu kota Jepang, memiliki UMR yang cukup tinggi, yakni 1.113 yen per jam, sementara prefektur Iwate, yang terletak di bagian utara Jepang, hanya memiliki UMR sebesar 893 yen per jam. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk bekerja di Jepang, sangat penting untuk memahami perbedaan ini agar dapat mengantisipasi biaya hidup di masing-masing wilayah.
Baca juga: Menelusuri Koishikawa Korakuen: Taman Jepang Terindah di Tokyo
Selain Tokyo dan Iwate, beberapa prefektur besar lainnya di Jepang juga memiliki UMR yang cukup kompetitif, seperti di Kanagawa (1.112 yen), Osaka (1.064 yen), dan Saitama (1.028 yen). Sementara itu, beberapa prefektur lainnya seperti Kyoto, Shizuoka, dan Fukuoka memiliki UMR di kisaran 900 yen hingga 1.000 yen per jam. Hal ini menunjukkan bahwa lokasi bekerja sangat memengaruhi jumlah gaji yang bisa diterima, dengan kota-kota besar menawarkan gaji yang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah-daerah yang lebih kecil.
Berikut adalah kisaran UMR berbagai Perfektur di Jepang sebagaimana dilansir dari Job-medley:
- Prefektur Kanagawa 1.112 Yen
- Prefektur Osaka 1.064 Yen
- Saitama 1.028 Yen
- Prefektur Aichi 1.027 Yen
- Prefektur Chiba 1.026 Yen
- Kyoto 1.008 Yen
- Prefektur Hyogo 1.001 Yen
- Prefektur Shizuoka 984 Yen
- Prefektur Mie 973 Yen
- Hiroshima 970 Yen
- Prefektur Shiga 967 Yen
- Hokkaido 960 Yen
- Prefektur Tochigi 954 Yen
- Prefektur Ibaraki 953 Yen
- Prefektur Gifu 950 Yen
- Prefektur Toyama 948 Yen
- Prefektur Nagano 948 Yen
- Prefektur Fukuoka 941 Yen
- Prefektur Yamanashi 938 Yen
- Prefektur Nara 936 Yen
Di Jepang, perhitungan upah bekerja berbeda dengan Indonesia, terutama dalam hal lembur. Umumnya, jam kerja di Jepang adalah 8 jam per hari atau 40 jam per minggu. Jika seorang pekerja bekerja lebih dari itu, maka waktu yang melebihi jam kerja normal akan dihitung sebagai lembur. Untuk upah lembur, terdapat beberapa kategori, yaitu:
- Lembur Biasa: Upah lembur dihitung 25% lebih tinggi dari gaji dasar per jam.
- Lembur Hari Libur: Upah lembur pada hari libur dihitung 35% lebih tinggi dari gaji dasar.
- Lembur Tengah Malam: Untuk pekerjaan yang dilakukan antara pukul 22.00 hingga 05.00, upah dihitung 50% lebih tinggi dari gaji dasar.
Baca juga: Waktu terbaik untuk Mengunjungi Tokyo Berdasarkan Musim
Selain jam kerja dan lembur, ada beberapa faktor lain yang memengaruhi besaran gaji yang diterima di Jepang, antara lain:
- Wilayah: Kota besar seperti Tokyo, Yokohama, dan Osaka menawarkan gaji yang lebih tinggi karena memiliki banyak perusahaan besar dan peluang bisnis yang lebih luas. Sebaliknya, daerah yang lebih kecil atau lebih terpencil cenderung memiliki gaji yang lebih rendah.
- Tingkat Pendidikan: Kualifikasi pendidikan seorang pekerja berperan penting dalam menentukan besarnya gaji yang diterima. Pekerja dengan gelar pendidikan tinggi atau kualifikasi profesional sering kali mendapatkan gaji yang lebih besar.
- Pengalaman Kerja: Pengalaman kerja juga sangat dihargai di Jepang. Pekerja dengan pengalaman lebih banyak biasanya akan mendapat gaji yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemula atau pekerja magang.
- Industri Pekerjaan: Beberapa sektor industri, seperti teknologi dan finansial, mungkin menawarkan gaji yang lebih tinggi dibandingkan dengan sektor lain, seperti manufaktur atau layanan.
Dengan pemahaman tentang kisaran gaji yang berlaku di berbagai prefektur Jepang dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, pencari kerja dapat membuat keputusan yang lebih bijaksana sebelum memutuskan untuk bekerja di Jepang. Memilih wilayah yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan memperhatikan standar gaji serta biaya hidup di daerah tersebut akan membantu pekerja asing untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan di Jepang.
Baca juga: 5 Tempat Terbaik untuk Melihat Bunga Sakura di Jepang
Sementara itu, biaya tinggal di Jepang sekitar 40.000 yen per orang, yang bervariasi tergantung pada lokasi tempat tinggal. Asrama menawarkan biaya yang lebih murah, sedangkan tempat tinggal yang lebih dekat dengan kota biasanya lebih mahal. Pajak penghasilan bagi pemagang berkisar sekitar 10% dari gaji, belum termasuk asuransi. Setelah dipotong pajak dan biaya lainnya, gaji magang di Jepang umumnya berkisar antara 130.000 hingga 160.000 yen.
Jepang dikenal dengan biaya hidup yang cukup tinggi. Harga makanan per sekali makan sekitar 1.000 yen (sekitar Rp115.000), dan biaya untuk kebutuhan seperti gas dan listrik bisa mencapai antara 20.000 hingga 30.000 yen per bulan. Biaya transportasi umum diperkirakan sekitar 10.500 yen per bulan, dan biaya internet juga tidak jauh berbeda dengan biaya transportasi. Dengan pengaturan keuangan yang tepat, gaji magang di Jepang dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.
- Penulis :
- Latisha Asharani
- Editor :
- Latisha Asharani






