Pantau Flash
HOME  ⁄  Ekonomi

Kisah Denisa Herlina, Sarjana yang Merantau ke Jepang Setelah Gagal Lamar Kerja di Indonesia

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Kisah Denisa Herlina, Sarjana yang Merantau ke Jepang Setelah Gagal Lamar Kerja di Indonesia
Foto: (Sumber: Pekerja migran asal Cirebon, Denisa Herlina (memakai kerudung hitam) saat mengikuti program pelatihan bahasa Jepang di Prefektur Okayama, jepang. ANTARA/HO-Dokumentasi pribadi.)

Pantau - Denisa Herlina, seorang pekerja migran asal Cirebon, Jawa Barat, memutuskan merantau ke Jepang untuk mencari penghidupan yang lebih baik setelah mengalami kesulitan panjang dalam mendapatkan pekerjaan di Indonesia.

Denisa telah bekerja selama lebih dari satu tahun di Prefektur Okayama, Jepang, dan mengikuti pelatihan bahasa sebagai bagian dari adaptasi sebelum memasuki dunia kerja.

Keputusan untuk merantau ia ambil secara spontan karena tekanan ekonomi yang terus memburunya sejak lulus SMK.

Lulusan Hubungan Internasional yang Tak Kunjung Diterima Kerja

Setelah bekerja di koperasi untuk menabung biaya kuliah, Denisa berhasil menyelesaikan pendidikan S1 jurusan hubungan internasional pada tahun 2021.

Namun, meskipun telah memiliki gelar sarjana, ia mengalami kesulitan luar biasa dalam mencari pekerjaan di tanah air.

Selama dua tahun, Denisa mengirimkan 10 hingga 20 lamaran kerja setiap hari, namun tak satu pun berujung pada panggilan wawancara.

Ia mengaku frustrasi karena banyak lowongan kerja mensyaratkan hal-hal yang tidak masuk akal, seperti batas usia yang ketat, tuntutan penampilan fisik tertentu, dan pengalaman kerja dua tahun untuk posisi pemula.

"Aku sampai berpikir, memang orang umur 25 tahun ke atas tidak boleh kerja?" keluh Denisa.

Tekanan Ekonomi dan Keputusan Merantau ke Jepang

Kondisi ekonomi keluarga semakin memperparah tekanan yang ia rasakan.

Ibunya sempat berniat menjadi pekerja migran ke Malaysia, namun Denisa dengan tegas menolak niat tersebut karena tidak ingin ibunya menanggung beban berat di usia senja.

Setelah adu argumen yang cukup emosional, Denisa memutuskan untuk mengambil tanggung jawab itu sendiri dan berangkat ke Jepang sebagai pekerja migran.

Ia menilai bahwa banyak calon pekerja migran masih belum menyadari pentingnya BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan jangka panjang yang sangat vital bagi pekerja luar negeri.

Penulis :
Gerry Eka