
Pantau - Akademisi dan pengamat Timur Tengah dari Universitas Padjadjaran Dina Sulaeman menyatakan transisi kepemimpinan Iran dipastikan tetap berjalan lancar meski terjadi serangan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.
Sistem Politik Iran Dinilai Matang
Dina menjelaskan sistem ideologis dan institusional Iran yang telah berjalan lebih dari empat dekade dinilai matang serta memiliki struktur kekuasaan berlapis.
Ia menyatakan, "Pengalaman wafatnya Imam Ruhollah Khomeini pada 1989 menunjukkan bahwa transisi bisa berjalan tanpa mengguncang fondasi negara," ujarnya.
Menurutnya, Republik Islam Iran tidak berjalan sebagai rezim personalistik yang bergantung pada satu figur semata.
Terkait sosok pengganti, Dina menyebut kandidat harus merupakan ulama bergelar Ayatullah sebagai gelar tertinggi dalam keilmuan agama di Iran.
Ia menegaskan, "Iran punya banyak Ayatullah," katanya.
Selain gelar keagamaan, syarat lain bagi calon Pemimpin Tertinggi adalah integritas serta kepemimpinan yang teruji.
Majelis Ahli Segera Pilih Pengganti
Dalam kondisi kekosongan jabatan, Majelis Ahli Iran akan bersidang untuk memilih Pemimpin Tertinggi yang baru.
Serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran terjadi pada Sabtu pagi waktu setempat dan menimbulkan kerusakan infrastruktur serta korban jiwa sipil.
Iran kemudian melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani memastikan Majelis Ahli segera memulai proses pemilihan pengganti Ali Khamenei.
- Penulis :
- Gerry Eka
- Editor :
- Tria Dianti







