
Pantau - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi pemerintah daerah dan pihak swasta yang membuka ruang publik sebagai etalase produk kreatif lokal dan kekayaan intelektual (IP) selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Libur Nataru Jadi Ajang Tampilnya Karya Anak Bangsa
Riefky menyebut bahwa inisiatif tersebut memberi peluang tumbuh bagi karya anak bangsa agar semakin dikenal masyarakat luas.
"Momentum libur Nataru menunjukkan bahwa IP lokal bisa menjadi bagian dari pengalaman hiburan dan belanja masyarakat. Dengan dukungan ruang promosi yang konsisten, karya anak bangsa semakin siap melangkah ke pasar yang lebih luas," ungkapnya dalam keterangan pers yang diterima pada Minggu.
Menjelang pergantian tahun, aktivitas ekonomi kreatif terlihat meningkat di sejumlah ruang publik di DKI Jakarta, khususnya pada Rabu, 31 Desember 2025.
Menteri Riefky mengawali kunjungannya ke kawasan MRT Dukuh Atas, lalu dilanjutkan ke Toko Kopi Tuku sebagai salah satu representasi IP kuliner lokal.
Kegiatan dilanjutkan ke pusat perayaan malam Tahun Baru 2026 di Bundaran Hotel Indonesia (HI), yang menjadi panggung kolaborasi lintas subsektor ekonomi kreatif.
Kolaborasi ini mencakup pertunjukan musik, atraksi teknologi, hingga pertunjukan drone yang menampilkan maskot IP lokal bernama Jekate sebagai simbol karakter kreatif anak bangsa.
Banten Tampilkan Produk Kreatif Unggulan
Setelah dari Jakarta, Menteri Ekonomi Kreatif melakukan kunjungan ke wilayah Banten dan berdialog langsung dengan pelaku ekonomi kreatif dari berbagai subsektor, mulai dari fesyen, parfum, tas, hingga kuliner.
Pada 1 Januari 2026, Summarecon Mall Serpong menampilkan berbagai merek karya anak bangsa yang tengah naik daun di pasar nasional.
Merek-merek tersebut meliputi Cosmonaut Spacewear, Lakon Indonesia, Mandalika Parfum, Urban State, Bevelient, serta IP kuliner Barbeque Mountain Boys.
Rangkaian aktivitas kreatif ini menunjukkan pesatnya pertumbuhan industri kreatif berbasis kekayaan intelektual yang semakin kompetitif.
Pemerintah turut mengapresiasi pihak swasta yang telah menyediakan ruang promosi di pusat perbelanjaan, guna memfasilitasi pertumbuhan IP lokal agar dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
Melalui seluruh rangkaian kegiatan ini, Kementerian Ekonomi Kreatif menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta.
Sinergi ini diharapkan mampu memperluas ruang kolaborasi dan mendorong IP lokal masuk ke pasar global.
- Penulis :
- Gerry Eka








