
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan bahwa ketegangan politik antara Amerika Serikat dan Venezuela belum berdampak pada harga minyak impor Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga sebelum menghadiri pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (5/1).
Airlangga menyatakan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan situasi geopolitik tersebut karena Venezuela merupakan salah satu sumber utama minyak dunia.
"Harga minyak kita monitor, kalau satu-dua hari ini pun tidak ada perubahan, tidak ada gejolak yang tinggi," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa saat ini harga minyak dunia masih relatif rendah, sekitar 63 dolar AS per barel.
Meski demikian, Airlangga memprediksi bahwa ketegangan politik yang meningkat bisa mendorong kenaikan harga minyak global.
Pemerintah, lanjut Airlangga, akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas lembaga untuk menghadapi kemungkinan perubahan harga minyak dunia dan menyiapkan langkah antisipatif.
Ekspor Minyak Venezuela Terganggu, Pertamina Tegaskan Aset Aman
Menurut laporan Reuters yang mengutip empat sumber anonim, ekspor minyak Venezuela lumpuh akibat operasi militer Amerika Serikat di negara tersebut.
Ekspor minyak Venezuela sebelumnya telah anjlok ke titik minimum akibat blokade oleh Presiden AS saat itu, Donald Trump, terhadap kapal-kapal tanker yang dikenai sanksi.
Saat ini, ekspor lumpuh karena kapten pelabuhan belum menerima izin keberangkatan kapal-kapal bermuatan minyak.
Beberapa kapal yang seharusnya mengangkut minyak mentah dari Venezuela ke Amerika Serikat dan Asia belum diberangkatkan, berdasarkan data dari layanan pelacakan kapal TankerTrackers.
Di tengah situasi ini, PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) menegaskan bahwa aset mereka di Venezuela tidak terdampak.
PIEP diketahui memiliki 71,09 persen saham di perusahaan minyak dan gas asal Prancis, Maurel & Prom (M&P), yang beroperasi di Venezuela.
"Sehubungan dengan perkembangan situasi terkini, berdasarkan pemantauan yang dilakukan, hingga saat ini tidak terdapat dampak terhadap aset dan staf M&P di Venezuela," ujar Manager Relations PIEP, Dhaneswari Retnowardhani, dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta pada Senin.
Sebagai upaya antisipasi, PIEP juga terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas.
- Penulis :
- Arian Mesa








