
Pantau - Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) melaporkan volume perdagangan pasar emas fisik secara digital pada tahun 2025 mencapai 58.654.322 gram, tumbuh 25,20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada tahun 2024, volume transaksi tercatat sebesar 46.849.357 gram.
Nilai transaksi perdagangan emas fisik digital di ICDX pada tahun 2025 juga mengalami lonjakan signifikan, mencapai Rp115,6 triliun.
Angka tersebut naik 101,04 persen dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencatatkan nilai Rp57,5 triliun.
Kemudahan Akses dan Minat Generasi Muda Jadi Pendorong
Direktur ICDX, Nursalam, menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia semakin meminati pembelian emas fisik secara digital melalui bursa berjangka karena kemudahan dan kepraktisannya.
Faktor pertama yang mendorong tren ini adalah kemudahan membeli emas melalui aplikasi di smartphone, tanpa perlu mengunjungi gerai fisik.
Faktor kedua adalah pengaruh digitalisasi yang semakin luas, termasuk dalam sektor investasi.
Faktor ketiga adalah meningkatnya partisipasi generasi muda yang telah memiliki penghasilan dan mulai berinvestasi sesuai dengan kapasitas finansial mereka.
Berdasarkan tren positif tersebut, ICDX menargetkan pertumbuhan volume transaksi emas fisik digital sebesar 30 persen pada tahun 2026.
ICDX juga berkomitmen meningkatkan pelayanan kepada seluruh pemangku kepentingan dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap perdagangan emas fisik digital.
Aman dan Diawasi Bappebti
Nursalam menegaskan bahwa mekanisme perdagangan emas fisik digital di ICDX aman karena berada di bawah pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).
Selain itu, sistem ini juga didukung oleh lembaga kliring yang menjamin dan menyelesaikan transaksi, serta lembaga depository yang menyimpan emas fisik secara aman.
Dekan Fakultas Ekonomi & Komunikasi Bisnis Universitas Islam Nusantara Bandung, Yoyok Prasetyo, menilai bahwa meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas digital merupakan sinyal positif bagi perkembangan dunia investasi di Indonesia.
Ia menyebut emas digital sebagai alternatif yang baik untuk memperkaya portofolio investasi masyarakat.
Namun, ia juga mengingatkan pentingnya sosialisasi dan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat, khususnya terkait aspek keamanan transaksi.
"Keamanan transaksi merupakan pertimbangan penting bagi masyarakat saat melakukan investasi", ujarnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan







