Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

CdM Indonesia Soroti Pelanggaran Regulasi di ASEAN Para Games 2025 Thailand, Medali Terpengaruh

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

CdM Indonesia Soroti Pelanggaran Regulasi di ASEAN Para Games 2025 Thailand, Medali Terpengaruh
Foto: (Sumber: Pemanah Indonesia Setiawan (kiri) dan Kholidin (kanan) membidik sasaran saat melawan atlet panahan Malaysia Muhammad Azaruddin dan Suresh Selvatamby pada final recurve ganda putra terbuka ASEAN Para Games 2025 Thailand di Wongchavalitkul University, Nakhon Ratchasima, Thailand, Jumat (23/1/2026). Setiawan dan Kholidin berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan Malaysia dengan skor 6-0. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom.)

Pantau - Chef de Mission (CdM) Indonesia untuk ASEAN Para Games 2025 Thailand, Reda Manthovani, mencatat sejumlah pelanggaran regulasi pertandingan yang berdampak langsung terhadap perolehan medali kontingen Indonesia.

Temuan tersebut terjadi di beberapa cabang olahraga, termasuk para tenis meja, para cycling, dan para atletik.

"Misalnya pada cabang para tenis meja, ada atlet Thailand yang ternyata memiliki klasifikasi internasional resmi di TT4, namun dipertandingkan di TT5", ungkap Reda.

Aturan internasional mengharuskan atlet bertanding pada klasifikasi yang telah ditetapkan secara resmi.

Ketidaksesuaian klasifikasi tersebut memengaruhi peluang atlet Indonesia dalam nomor pertandingan yang bersangkutan.

Pertandingan Tetap Digelar Meski Tak Penuhi Syarat Peserta

Di cabang para cycling, khususnya nomor individual time trial dan road race putra, pertandingan tetap digelar meskipun hanya diikuti oleh tiga atlet yang semuanya berasal dari Thailand.

"Di para cycling, regulasi menyebutkan nomor individu layak dipertandingkan apabila minimal ada empat atlet dari minimal dua negara. Pada men individual time trial dan road race, hanya diikuti oleh tiga atlet dan seluruh pesertanya berasal dari satu negara, yaitu Thailand", jelasnya.

Pelanggaran serupa juga terjadi di cabang para atletik, di mana beberapa nomor individu tetap dipertandingkan meski hanya diikuti oleh dua hingga tiga atlet, semuanya dari Thailand.

Situasi ini dinilai turut memengaruhi distribusi medali secara keseluruhan.

"Seluruh catatan ini sudah kami sampaikan secara resmi kepada ASEAN Para Sports Federation (APSF), untuk menjunjung sportivitas dan meningkatkan penyelenggaraan Para Games di kemudian hari", ujar Reda.

Penyampaian laporan dilakukan demi meningkatkan kualitas kompetisi, menjaga hak-hak atlet, serta melindungi kredibilitas ASEAN Para Games sebagai ajang olahraga disabilitas tingkat regional.

Hingga 23 Januari 2026, atau hari ketiga pelaksanaan ASEAN Para Games 2025, kontingen Indonesia telah mengoleksi 69 medali emas, 76 medali perak, dan 69 medali perunggu.

Masih tersisa dua hari pertandingan dengan 205 nomor yang akan diikuti atlet-atlet Indonesia.

Penulis :
Ahmad Yusuf