
Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperkuat strategi angkutan Lebaran 2026 melalui peningkatan integrasi antarmoda guna menjaga kelancaran mobilitas masyarakat di tengah lonjakan perjalanan mudik Idul Fitri 2026.
Integrasi Antarmoda untuk Perjalanan End to End
Kereta api diposisikan sebagai transportasi massal utama yang terhubung langsung dengan berbagai moda lanjutan agar perjalanan masyarakat menjadi lebih efisien, nyaman, dan merata.
Integrasi antarmoda tersebut mencakup konektivitas dengan kereta perkotaan, layanan bus, serta angkutan lanjutan di kawasan perkotaan untuk mendukung perjalanan end to end dari titik keberangkatan hingga tujuan akhir.
“Integrasi antarmoda menjadi kunci agar mobilitas masyarakat selama Lebaran tetap lancar dan terdistribusi dengan baik,” ungkap manajemen KAI.
Di wilayah Jabodetabek, KAI menghadirkan kemudahan akses melalui stasiun yang terhubung langsung dengan KRL Commuter Line sehingga masyarakat tidak selalu harus memulai perjalanan dari stasiun utama di pusat kota.
Stasiun Bekasi, Stasiun Cikarang, dan Stasiun Jatinegara disiapkan sebagai alternatif keberangkatan kereta jarak jauh dengan skema penumpang terlebih dahulu menggunakan KRL dari wilayah penyangga.
Langkah tersebut bertujuan mengurangi kepadatan di stasiun pusat sekaligus memperluas pilihan titik keberangkatan bagi pemudik.
Konektivitas Daerah dan Pola Pemesanan Tiket
Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen tetap berperan sebagai simpul utama kereta api jarak jauh yang terintegrasi dengan layanan TransJakarta, angkutan lanjutan, taksi, dan kendaraan sewa.
Di pusat kota, penguatan integrasi antarmoda dilakukan melalui Stasiun Manggarai, Stasiun BNI City, dan kawasan Dukuh Atas yang menghubungkan KRL, kereta bandara, LRT Jabodebek, serta TransJakarta.
Penguatan integrasi juga dilakukan di berbagai daerah di Pulau Jawa seperti Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya untuk mendukung mobilitas penumpang di wilayah Bandung Raya, Yogyakarta-Solo, serta kawasan Gerbangkertosusila.
KAI mendorong masyarakat memanfaatkan tanggal awal masa Angkutan Lebaran guna mengurangi kepadatan dan memperoleh pengalaman perjalanan yang lebih nyaman.
Hingga 6 Februari 2026 pukul 10.00 WIB, pemesanan tiket kereta api reguler periode 11 hingga 23 Maret 2026 telah mencapai 568.307 tiket dengan konsentrasi penjualan masih didominasi tanggal mendekati Hari Raya Idul Fitri.
Pada tanggal awal, ketersediaan tiket masih relatif longgar dengan penjualan 13.049 tiket pada 11 Maret, 29.576 tiket pada 12 Maret, dan 34.766 tiket pada 16 Maret 2026.
Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan penjualan pada 18 Maret 2026 yang mencapai 59.773 tiket dan 19 Maret 2026 sebanyak 62.095 tiket.
- Penulis :
- Aditya Yohan







