
Pantau - PT Jakarta Propertindo Perseroda atau Jakpro mendorong pembangunan Stasiun Manggarai LRT Jakarta Fase 1B yang menghubungkan Velodrome dengan Manggarai sebagai upaya menekan emisi karbon dan polusi udara di wilayah perkotaan Jakarta.
Pembangunan LRT Jakarta dipandang bukan semata soal mobilitas, melainkan juga tanggung jawab menjaga lingkungan melalui pengembangan transportasi massal berbasis listrik.
Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Teknik dan Pengembangan Jakpro Dian Takdir yang menegaskan bahwa transportasi berbasis listrik merupakan solusi konkret untuk mengurangi emisi dan pencemaran udara.
Kawasan Manggarai dikembangkan sebagai pusat integrasi antarmoda guna mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal yang lebih ramah lingkungan.
Pengembangan Manggarai tidak hanya meningkatkan konektivitas transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menekan emisi karbon dan polusi udara.
Stasiun Manggarai LRT Jakarta dirancang terintegrasi dengan KRL Commuter Line, Kereta Api Bandara, serta layanan Transjakarta.
Integrasi antarmoda tersebut memudahkan masyarakat bepergian tanpa menggunakan kendaraan pribadi.
Pengurangan ketergantungan terhadap kendaraan pribadi diharapkan menurunkan tingkat kemacetan dan polusi udara di Jakarta.
Meningkatnya penggunaan transportasi publik dinilai berdampak langsung pada perbaikan kualitas lingkungan hidup.
Sistem transportasi yang terhubung dan nyaman diharapkan mampu menarik minat masyarakat untuk beralih ke angkutan umum.
Pengoperasian LRT Jakarta berbasis listrik disebut sebagai bentuk komitmen pembangunan berkelanjutan yang sejalan dengan target Jakarta sebagai kota global yang hijau.
Secara kumulatif, LRT Jakarta Fase 1A dan 1B diproyeksikan mampu mengurangi emisi hingga 2.927.250 ton CO2e akibat berkurangnya penggunaan kendaraan bermotor pribadi.
Kendaraan pribadi selama ini menjadi penyumbang utama pencemaran udara di Jakarta.
Pengembangan kawasan Manggarai juga diarahkan berbasis konsep Transit Oriented Development yang ramah bagi pejalan kaki dan pesepeda.
Konsep tersebut mendorong pola mobilitas masyarakat yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Kehadiran Stasiun Manggarai diharapkan menjadi contoh transportasi modern dengan integrasi antarmoda dan penggunaan energi bersih.
Kawasan Manggarai diproyeksikan menjadi kawasan percontohan yang mampu meningkatkan kualitas hidup warga tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
LRT Jakarta Fase 1B melengkapi Fase 1 rute Velodrome–Pegangsaan Dua dengan peningkatan panjang jalur operasi dari 5,8 kilometer menjadi 12,2 kilometer.
Jalur tersebut dirancang mampu mengangkut sekitar 80 ribu penumpang secara bertahap.
Jakpro sebagai pemilik proyek menunjuk Waskita Karya sebagai kontraktor utama melalui proses tender.
Biaya pembangunan LRT Jakarta Fase 1B mencapai Rp5,36 triliun, sementara Fase 2A sebesar Rp8,66 triliun, Fase 2B Rp3,65 triliun, dan Fase 3B Rp4,6 triliun.
Seluruh pembiayaan proyek LRT Jakarta tersebut bersumber dari APBD DKI Jakarta.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







