
Pantau - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memproyeksikan jumlah penumpang lintasan Ketapang–Gilimanuk selama masa Angkutan Lebaran 2026 mencapai 1,67 juta orang, meningkat sekitar 3 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang sebanyak 1,62 juta penumpang.
Lonjakan juga diperkirakan terjadi pada jumlah kendaraan yang melintas, mencapai 453.964 unit atau naik 5 persen dari tahun 2025 yang tercatat sebanyak 427.033 unit.
Senior General Manager Regional III ASDP, Lutfi Pratama Adi Subarkah, menyampaikan dalam jumpa pers di Kantor ASDP Ketapang, Banyuwangi, bahwa volume penumpang pada masa Lebaran akan melonjak drastis.
"Ada kenaikan tiga kali lipat dibandingkan rata-rata jumlah penumpang harian saat normal yang sekitar 10-11 ribu orang," ungkapnya.
Puncak Arus Diprediksi 17 dan 26 Maret, ASDP Siapkan Pola Operasi Khusus
ASDP memprediksi total perjalanan kapal (trip) pada lintasan Ketapang–Gilimanuk selama Lebaran mencapai 10.080 perjalanan, meningkat 4 persen dari tahun lalu yang tercatat 9.658 perjalanan.
Rincian arus mudik dari Pelabuhan Gilimanuk:
- 4.928 perjalanan kapal
- 876.439 penumpang
- 239.519 unit kendaraan
Arus balik dari Pelabuhan Ketapang:
- 5.152 perjalanan kapal
- 799.485 penumpang
- 214.445 kendaraan
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, ASDP telah menyiapkan pola operasi khusus:
- Kondisi normal: 28 kapal beroperasi
- Jika terjadi kepadatan: ditambah menjadi 30 kapal
- Dalam kondisi sangat padat: hingga 32 kapal dioperasikan
Indikator utama kepadatan adalah panjang antrean kendaraan yang dapat mencapai antara 190 meter hingga 1,3 kilometer dari area pelabuhan.
Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 17 Maret 2026, dengan jumlah penumpang mencapai 32.150 orang.
Sementara puncak arus balik diprediksi terjadi pada 26 Maret 2026, dengan total penumpang sekitar 27.038 orang.
Libur Sekolah, Cuti Bersama, dan Nyepi Jadi Faktor Pemicu Lonjakan
ASDP memperkirakan pergerakan penumpang dan kendaraan pada Lebaran 2026 akan lebih intens karena bertepatan dengan tiga momentum besar: libur sekolah, cuti bersama, dan Hari Raya Nyepi yang jatuh pada 19 Maret 2026.
Kondisi ini dinilai berpotensi menambah volume pergerakan masyarakat secara signifikan di lintasan utama Jawa–Bali tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Tria Dianti







