
Pantau - PT MMS Group Indonesia (MMSGI) bekerja sama dengan Yayasan Life After Mine Foundation (LINE) menggelar program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk Bigger Dream, yang difokuskan pada penguatan kapasitas murid dan perbaikan fasilitas sekolah.
Program ini mencakup tiga elemen utama: renovasi ruang belajar, kegiatan relawan, dan pendampingan pembelajaran yang dilaksanakan secara bertahap sejak 2025 hingga awal 2026.
"Program CSR Bigger Dream dirancang sebagai inisiatif pemberdayaan pendidikan yang menekankan keterlibatan langsung karyawan sebagai relawan dalam proses pembelajaran dan pengembangan kapasitas murid," ungkap pihak MMSGI dalam keterangan resmi.
Tiga Fase Program: Dari Renovasi hingga Bazar Karya
Program ini terbagi ke dalam tiga fase utama.
Fase 1 berfokus pada peningkatan fasilitas sekolah, berupa renovasi delapan ruang kelas dan dua fasilitas sanitasi.
Kegiatan ini didukung oleh MMS Land untuk menciptakan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi para murid.
Fase 2 melibatkan karyawan MMSGI sebagai relawan pembelajaran yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan murid.
Kegiatan meliputi:
Storytelling untuk murid SD, guna membangun rasa percaya diri dan keberanian bermimpi.
Vision board bagi murid SMP, membantu mereka mengenali potensi diri dan menyusun rencana masa depan.
Pengenalan perencanaan usaha menggunakan Business Model Canvas untuk murid SMK.
Fase 3 merupakan tahap aktualisasi pembelajaran, di mana murid menampilkan hasil karya mereka melalui presentasi vision board, bazar, dan pertunjukan seni.
"Tahap ini dirancang untuk melatih keberanian tampil, kemampuan berkomunikasi, serta rasa percaya diri murid dalam menyampaikan gagasan," jelas penyelenggara program.
Libatkan 185 Relawan, Sasar 232 Penerima Manfaat
Sebanyak 185 karyawan MMSGI berpartisipasi sebagai donatur dan relawan dalam kegiatan renovasi, fasilitasi pembelajaran, pendampingan murid, hingga logistik.
Program ini mencatat 232 penerima manfaat, terdiri dari 207 murid berbagai jenjang dan 25 tenaga pengajar.
Distribusi perlengkapan belajar juga dilakukan berupa 232 tas dan alat tulis.
Total nilai donasi program mencapai sekitar Rp1 miliar, dengan Rp256.377.884 berasal dari kontribusi sukarela karyawan MMSGI.
Ketua Yayasan LINE, Muhammad Bihar, menegaskan pendekatan relawan sebagai kekuatan utama program.
“Keterlibatan langsung relawan menjadi pembeda utama program ini. Murid tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mendapatkan pendampingan dan inspirasi yang membentuk cara berpikir dan motivasi mereka,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Ketua Yayasan Syarif Hidayatullah, Ari Tri Handini, menyebut program ini memberi dampak konkret bagi peserta didik.
“Pendekatan pembelajaran melalui storytelling, vision board, dan pendampingan langsung sangat relevan bagi murid kami. Anak-anak menjadi lebih percaya diri dan mulai memahami potensi serta tujuan masa depannya,” ujarnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti







