
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan bahwa tidak terjadi kebocoran 58 juta data siswa Indonesia seperti yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Pernyataan tersebut disampaikan Pratikno saat meninjau Puskesmas Cilandak, Jakarta, pada Selasa (10/2), sebagai respons terhadap dugaan penjualan data siswa Indonesia di situs gelap (dark web).
"Itu sudah diklarifikasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), oleh Pusat Data Informasi (Pusdatin) bahwa tidak ada indikasi kebocoran itu," ungkapnya.
Dugaan Kebocoran Pertama Kali Muncul di Media Sosial
Dugaan kebocoran data siswa pertama kali mencuat di media sosial X (sebelumnya Twitter) pada Minggu (8/2), melalui unggahan yang menyebutkan: "DARURAT PRIVASI: DATA ANAK SEKOLAH SE-INDONESIA DIJUAL DI FORUM DARK WEB...."
Unggahan tersebut segera viral dan memicu kekhawatiran publik terkait keamanan data pribadi pelajar di Indonesia.
Investigasi Libatkan BSSN dan Kemkomdigi
Menko PMK menyebutkan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah masih mendalami kebenaran informasi tersebut.
"Sekarang tim dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), termasuk dari Kemendikdasmen juga terus menginvestigasi," kata Pratikno.
Ia memastikan bahwa seluruh instansi terkait bergerak cepat untuk menelusuri kebenaran klaim tersebut demi menjamin perlindungan data siswa secara nasional.
- Penulis :
- Shila Glorya







