Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Air Soda Disebut Dapat Menekan Keinginan Ngemil Melalui Mekanisme Fisiologis Tubuh

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Air Soda Disebut Dapat Menekan Keinginan Ngemil Melalui Mekanisme Fisiologis Tubuh
Foto: (Sumber: Ilustrasi seseorang minum dari botol air. (ANTARA/Pexels-Anna Shvets).)

Pantau - Dokter bedah sekaligus kreator konten kesehatan yang berbasis di Inggris Raya, dr. Karan Rajan, mengungkapkan bahwa sparkling water atau air soda memiliki kemampuan tersembunyi untuk membantu menekan keinginan ngemil tanpa sadar.

Informasi tersebut dikutip dari laporan Hindustan Times yang disiarkan pada Selasa, 9 Februari 2026, yang membahas peran air soda dalam pengaturan nafsu makan.

Mekanisme Air Soda dalam Mengatur Nafsu Makan

Dr. Karan Rajan menjelaskan bahwa sebagian besar rasa lapar yang dirasakan manusia sering kali bukan rasa lapar yang sesungguhnya.

Ia menyebutkan bahwa keinginan ngemil lebih sering dipicu oleh kebosanan, stres, atau kebutuhan otak akan stimulasi tambahan.

Nafsu makan diatur secara terpusat di dalam tubuh dan dipengaruhi oleh berbagai sinyal fisiologis.

Sinyal fisiologis tersebut mencakup masukan dari usus, saraf vagus, dan reseptor peregangan lambung.

Keinginan untuk ngemil tidak hanya bersifat psikologis, tetapi juga memiliki komponen biologis yang kuat.

Dalam kondisi tersebut, air soda dapat membantu dengan menstimulasi jalur-jalur fisiologis pengatur nafsu makan.

Air soda berpotensi mengurangi keinginan untuk makan tanpa sadar melalui mekanisme fisik di dalam lambung.

Karbonasi dalam air soda menambah volume cairan di dalam lambung dan meregangkannya secara perlahan.

Peregangan lambung tersebut memicu sinyal ke otak yang meningkatkan rasa kenyang.

Mekanisme ini membantu mengurangi asupan kalori lebih lanjut dalam jangka pendek.

Peran Karbonasi dan Sinyal ke Otak

Saat minum air soda, karbon dioksida dan karbonasi meningkatkan distensi atau pembesaran lambung.

Peregangan lambung secara fisik mengaktifkan mekanoreseptor pada dinding lambung.

Lambung kemudian mengirimkan sinyal melalui saraf vagus ke hipotalamus dan batang otak.

Pesan yang diterima otak adalah bahwa volume telah terdeteksi dan asupan energi dapat dihentikan sementara.

Dalam pengaturan nafsu makan awal, volume makanan atau minuman lebih berpengaruh terhadap rasa kenyang dibandingkan jumlah kalori.

Minum air soda yang meregangkan dinding perut secara lembut juga dapat membantu menekan hormon utama pemicu rasa lapar, yaitu ghrelin.

Air soda turut merangsang hormon lain yang memicu rasa kenyang.

Namun demikian, dr. Karan Rajan menegaskan bahwa air soda tidak secara langsung menyebabkan penurunan lemak tubuh.

Ia menekankan bahwa asupan kalori tetap menjadi faktor utama dalam pengelolaan berat badan.

Air soda diposisikan sebagai alat bantu untuk menekan nafsu makan agar seseorang lebih mudah membuat pilihan makanan yang lebih bijak dan sehat.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Tria Dianti