
Pantau - Kereta No. 7272/7271 yang telah beroperasi hampir 20 tahun melintasi wilayah pegunungan Provinsi Hunan, Provinsi Guizhou, dan Chongqing di China menjadi penggerak mobilitas sekaligus ekonomi warga setempat.
Kereta tersebut dikenal sebagai kereta lambat dengan kecepatan rata-rata sekitar 40 kilometer per jam namun tetap menjadi andalan masyarakat di sepanjang rute.
Meski tergolong lambat, moda transportasi ini mempermudah warga untuk bepergian, menjalankan aktivitas sehari-hari, serta mengakses pusat perdagangan di kota terdekat.
Selain melayani penumpang, kereta ini juga berfungsi membantu produk-produk lokal menjangkau pasar yang lebih luas di wilayah China barat daya.
Pada 12 Februari 2026, para petani dari Provinsi Hunan memanfaatkan Kereta No. 7272 untuk membawa hasil pertanian dan barang dagangan menuju pasar di Kota Tongren, Provinsi Guizhou.
Petani menaiki kereta tersebut dari Stasiun Kereta Jinhe di Provinsi Hunan untuk menjual produk mereka ke pusat perdagangan yang lebih ramai.
Di Stasiun Kereta Api Tongren, warga desa dari Hunan terlihat berbincang dan bersiap memasarkan hasil bumi setibanya di kota tujuan.
Seorang warga desa juga terlihat menjual buah-buahan langsung kepada penumpang di dalam kereta pada hari yang sama.
Keberadaan kereta lambat ini dinilai berkontribusi dalam mempercepat kemakmuran masyarakat di wilayah pegunungan China barat daya dengan membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi penduduk setempat.
Moda transportasi tersebut tidak hanya menjadi sarana perjalanan, tetapi juga jembatan distribusi komoditas lokal dari desa menuju pasar kota secara berkelanjutan.
- Penulis :
- Aditya Yohan







