
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan negaranya siap mengerahkan kekuatan yang sangat besar apabila negosiasi yang sedang berlangsung dengan Iran terkait program nuklir gagal mencapai kesepakatan.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai rencana pengiriman kapal induk kedua ke kawasan Timur Tengah.
Trump mengatakan, “Jika kita tidak mencapai kesepakatan, kita akan membutuhkannya … Jika kita memiliki kesepakatan, kita bisa menghentikannya lebih cepat,”.
Ia menambahkan, “Itu akan berangkat. Akan segera berangkat. Kita sudah memiliki satu di sana yang baru saja tiba ... Kita menyiapkannya. Sebuah kekuatan besar, sangat besar,”.
Pernyataan itu muncul setelah media lokal melaporkan bahwa AS akan mengirimkan USS Gerald R. Ford ke Timur Tengah untuk mendukung kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln.
Saat ditanya mengenai peluang keberhasilan negosiasi, Trump menyatakan keyakinannya bahwa pembicaraan tersebut akan membuahkan hasil positif.
Ia mengatakan, “Dan jika tidak, itu akan menjadi hari yang buruk bagi Iran — sangat buruk,”.
AS dan Iran sebelumnya menggelar pembicaraan tidak langsung di Muscat pada 6 Februari dengan mediasi Oman guna membahas program nuklir Teheran.
Pertemuan tersebut mengakhiri penangguhan sekitar delapan bulan setelah AS melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran di tengah eskalasi konflik Iran-Israel pada Juni 2025.
Di tengah proses negosiasi, AS meningkatkan secara signifikan kehadiran militernya di kawasan dan memperingatkan Iran agar mencapai kesepakatan.
Isu pengayaan uranium menjadi titik utama perselisihan dengan Washington menuntut Iran menghentikan pengayaan serta memindahkan uranium yang diperkaya tingkat tinggi ke luar negeri.
Tuntutan tersebut ditolak tegas oleh Teheran yang juga menegaskan tidak akan merundingkan isu di luar program nuklirnya, termasuk program rudal dan dukungan terhadap kelompok bersenjata di kawasan yang ingin dimasukkan AS dalam agenda pembicaraan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







