
Pantau - Korea Selatan dan Prancis berjanji memastikan keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz usai pertemuan puncak antara Presiden Lee Jae Myung dan Presiden Emmanuel Macron di istana kepresidenan Seoul pada Jumat, 3 April 2026.
Komitmen Keamanan Energi dan Stabilitas Global
Lee menyatakan bahwa kedua negara sepakat menghadapi dampak perang di Timur Tengah terhadap ekonomi dan energi global.
"Presiden Macron dan saya sepakat untuk berbagi pengalaman kebijakan dan strategi guna bersama-sama mengatasi krisis ekonomi dan energi yang dipicu oleh perang di Timur Tengah. Kami juga sepakat untuk bekerja sama mengurangi ketidakpastian dalam ekonomi global," ungkapnya.
Lee menambahkan bahwa kerja sama juga mencakup penguatan keamanan energi dan jalur maritim internasional.
"Kami menegaskan komitmen untuk memperkuat keamanan energi dengan memperluas kerja sama di sektor tenaga nuklir dan energi angin lepas pantai, serta bekerja sama untuk memastikan jalur transportasi maritim yang aman melalui Selat Hormuz," ujarnya.
Perluasan Kerja Sama Teknologi dan Ekonomi
Kunjungan Macron ini merupakan kunjungan kenegaraan pertamanya ke Korea Selatan sejak menjabat pada 2017 dan disambut dengan upacara resmi.
Kedua negara menargetkan peningkatan perdagangan bilateral menjadi 20 miliar dolar AS per tahun pada 2030 dari 15 miliar dolar AS pada tahun sebelumnya.
Sejumlah perjanjian ditandatangani untuk memperluas kolaborasi di bidang kecerdasan buatan, semikonduktor, dan teknologi kuantum.
Korea Selatan dan Prancis juga membentuk komite sains dan teknologi tingkat menteri guna memperkuat riset dan inovasi bersama.
Kerja sama diperluas ke sektor energi dan mineral kritis termasuk proyek tenaga nuklir dan energi angin lepas pantai.
Dukungan Perdamaian dan Kolaborasi Global
Kolaborasi bilateral juga mencakup sektor angkasa, pertahanan, dan kebudayaan melalui nota kesepahaman lembaga warisan budaya.
Lee turut menjelaskan kepada Macron mengenai upaya melanjutkan dialog dengan Pyongyang.
Kedua pemimpin menegaskan dukungan terhadap perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea.
- Penulis :
- Leon Weldrick








