
Pantau - Presiden RI Prabowo Subianto mengawali agenda resminya di Washington DC, Amerika Serikat, pada Rabu waktu setempat dengan menghadiri pertemuan bersama Kamar Dagang Amerika Serikat, US-ASEAN Business Council, dan US-Indonesia Society.
Pertemuan bertajuk "Business Summit in Honor of H. E. Prabowo Subianto, President of the Republic of Indonesia" itu digelar menjelang seremoni penandatanganan perjanjian perdagangan timbal balik atau agreement on reciprocal trade (ART) yang menjadi salah satu agenda utama lawatan Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo tiba di Gedung Kamar Dagang AS sekitar pukul 16.49 waktu setempat dan didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Turut mendampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Menteri Investasi dan Hilirisasi atau Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani.
CIO Danantara Pandu Sjahrir, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat Dwisuryo Indroyono Soesilo juga ikut dalam rombongan.
Dari kalangan pengusaha hadir Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas, serta Chairman of the Board of Freeport-McMoRan Inc Richard C. Adkerson.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menjelaskan bahwa pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi komunitas usaha kedua negara untuk memanfaatkan perjanjian timbal balik yang akan ditandatangani Presiden Prabowo dan Presiden AS Donald Trump Jr.
Ia mengatakan, "Kita ketahui trade nilai perdagangan dua negara ini bagus, sudah 45 miliar dolar AS. Tujuannya ada perjanjian ART dibikin supaya lebih seimbang. Tentu ini akan memberikan banyak kesempatan bagi pengekspor Indonesia, terutama di bidang sepatu, tekstil, garmen, dan elektronik, juga bagi pengusaha Amerika di bidang kapas, gandum, dan juga soybean. Nah, tetapi bukan itu saja, dengan kita bisa di sini memikirkan apa investasi yang bisa dibawa ke Indonesia karena investasi akan sangat berarti untuk meningkatkan lapangan pekerjaan dan juga memanfaatkan momentum yang ada,".
Anindya menyebut nilai perdagangan kedua negara telah mencapai 45 miliar dolar AS dan diharapkan menjadi lebih seimbang melalui ART.
Pada kesempatan yang sama Anindya menjelaskan bahwa komunitas usaha AS yang ditemui Presiden Prabowo merupakan mitra Kadin Indonesia.
Ia menyampaikan, "Semua ini adalah mitra kerja sama dengan Kadin, di mana bulan Mei 2025 kita sudah tanda tangani dokumen kerja sama dengan US Chamber USCC, US-ASEAN, dan juga kami punya hubungan panjang dengan USINDO,".
Presiden Prabowo dan Presiden Trump dijadwalkan meneken dokumen perjanjian timbal balik yang turut mencakup ketentuan mengenai tarif dalam pertemuan bilateral di Washington DC.
Penandatanganan tersebut menjadi bagian penting dari upaya memperkuat hubungan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Amerika Serikat.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Tria Dianti








