
Pantau - Pemerintah Indonesia membidik ekspor produk perikanan budidaya ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah haji Indonesia sekaligus membuka akses pasar baru bagi komoditas perikanan nasional.
Langkah tersebut disiapkan sebagai bagian dari strategi memperluas pasar ekspor produk perikanan budidaya melalui skema ekosistem pangan haji dan umrah.
Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Ishartini menyampaikan upaya itu dilakukan melalui tim terpadu yang dibentuk Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Ia menjelaskan KKP menjadi salah satu anggota dalam tim terpadu ekosistem pangan haji dan umrah yang bertugas memperkuat rantai pasok pangan bagi jamaah di Arab Saudi.
Negosiasi dengan Otoritas Arab Saudi
Pemerintah Indonesia saat ini sedang bernegosiasi dengan Saudi Food and Drug Authority (SFDA) untuk memperoleh persetujuan masuknya produk ikan budidaya ke pasar Arab Saudi.
“Memang kita belum mendapatkan persetujuan, tetapi ini sudah dalam proses. Seluruh persyaratan yang diminta SFDA sudah kami penuhi,” katanya.
Badan Mutu KKP sebagai otoritas kompeten dalam pengawasan mutu hasil perikanan telah melakukan komunikasi aktif dengan otoritas Arab Saudi guna mempercepat proses persetujuan tersebut.
“Jadi kita tinggal menunggu saja, mudah-mudahan dengan adanya tim terpadu untuk ekosistem haji dan umroh ini, produk budidaya bisa segera bisa memasuki pasar Saudi,” ujar Ishartini.
Produksi Ikan Budidaya Nasional
Data KKP mencatat produksi ikan budidaya nasional pada 2024 mencapai 15,75 juta ton.
Komoditas dengan produksi terbesar adalah rumput laut sebanyak 9,85 juta ton.
Produksi ikan nila mencapai 1,56 juta ton.
Produksi ikan lele tercatat sebesar 1,15 juta ton.
Produksi ikan bandeng mencapai 792.864 ton.
Produksi ikan mas tercatat sebanyak 523.796 ton.
Produksi ikan patin mencapai 381.969 ton.
Sebelumnya Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Jakarta pada Selasa 10 Februari menyatakan pemerintah tengah mengupayakan ekspor komoditas ikan dari Indonesia untuk memenuhi kebutuhan jamaah haji.
Dalam rapat tersebut ia mendorong agar ikan dari Indonesia seperti ikan patin dapat masuk ke pasar Arab Saudi sebagai bagian dari penyediaan pangan jamaah haji dan umrah.
Upaya ekspor ikan budidaya ini menyusul persetujuan pemerintah untuk mengekspor beras ke Arab Saudi pada tahun ini.
- Penulis :
- Arian Mesa







