
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG Bursa Efek Indonesia pada Jumat sore ditutup melemah 2,31 poin atau 0,03 persen ke posisi 8.271,77 seiring meningkatnya risiko tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Timur Tengah.
Kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 justru naik 0,99 poin atau 0,12 persen ke posisi 835,28.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menyatakan, “Jelang akhir pekan, IHSG di zona melemah seiring sentimen eksternal,".
Ia mengungkapkan, “Jelang akhir pekan, IHSG di zona melemah seiring sentimen eksternal,".
Dari mancanegara, bursa kawasan Asia kompak melemah di tengah peningkatan aktivitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Pelaku pasar mempertimbangkan risiko geopolitik setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat menyusul kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menetapkan tenggat waktu 10-15 hari untuk pembicaraan kesepakatan nuklir.
Nico mengatakan bahwa pelaku pasar menilai tindakan Trump terkait tenggat waktu tersebut memberikan indikasi bagaimana Amerika Serikat menekan Iran dalam perundingan.
Pada saat yang sama, Amerika Serikat telah mengerahkan kekuatan militer terbesar di kawasan Timur Tengah sejak invasi Irak tahun 2003 sehingga meningkatkan prospek operasi yang lebih luas dan berkelanjutan.
Peristiwa tersebut meningkatkan risiko bahwa konflik antara Amerika Serikat dan Iran dapat mendorong Iran membatasi lalu lintas melalui Selat Hormuz yang merupakan koridor penting bagi ekspor minyak mentah dari kawasan tersebut.
Presiden Trump memperingatkan Teheran agar mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya atau menghadapi konsekuensi, sementara Iran mengisyaratkan potensi pembalasan terhadap pangkalan Amerika Serikat apabila terjadi serangan.
Dari dalam negeri, pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat resmi menandatangani draft kesepakatan tarif Amerika Serikat sebesar 19 persen yang diwakili oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia bersama Perwakilan Dagang Amerika Serikat.
Draft kesepakatan tersebut dinilai akan memberikan kepastian bagi pelaku usaha dan investor namun belum terdapat penjelasan resmi mengenai waktu pemberlakuan tarif tersebut.
Pergerakan Sektoral dan Saham Unggulan
Pada awal perdagangan IHSG dibuka menguat namun kemudian bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama.
Pada sesi kedua perdagangan IHSG bertahan di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor mencatatkan penguatan dengan sektor keuangan naik paling tinggi sebesar 1,27 persen diikuti sektor infrastruktur dan sektor industri yang masing-masing naik 0,84 persen dan 0,58 persen.
Enam sektor mengalami koreksi dengan sektor barang konsumen primer turun paling dalam sebesar 1,43 persen diikuti sektor properti dan sektor transportasi dan logistik yang masing-masing turun 1,03 persen dan 1,00 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu ZATA, AGII, BELL, JAST, dan NOBU.
Saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yaitu INDS, PART, BRRC, ASHA, dan RMKO.
Transaksi dan Bursa Asia
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.904.782 kali transaksi dengan jumlah 45,81 miliar lembar saham diperdagangkan senilai Rp20,36 triliun.
Sebanyak 267 saham naik, 381 saham turun, dan 171 saham tidak mengalami perubahan harga.
Bursa saham regional Asia pada sore hari menunjukkan indeks Nikkei 225 melemah 642,10 poin atau 1,12 persen ke posisi 56.825,70.
Indeks Hang Seng melemah 292,59 poin atau 1,10 persen ke posisi 26.413,35.
Indeks Straits Times menguat 16,04 poin atau 0,32 persen ke posisi 5.017,60.
Indeks Shanghai Composite masih libur karena memperingati Hari Raya Imlek 2577 Kongzili.
- Penulis :
- Arian Mesa








