Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemprov NTB Optimistis International Tropical Seaweed Research Center Atasi Krisis Bibit Unggul Rumput Laut

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Pemprov NTB Optimistis International Tropical Seaweed Research Center Atasi Krisis Bibit Unggul Rumput Laut
Foto: Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB Muslim (sumber: ANTARA/Sugiharto Purnama)

Pantau - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat optimistis kehadiran International Tropical Seaweed Research Center mampu mengatasi krisis bibit unggul yang selama ini menjadi kendala utama dalam budidaya rumput laut di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB Muslim menyampaikan, "Kami sangat mengapresiasi kehadiran laboratorium rumput laut. Selama ini salah satu kendala utama petani adalah keterbatasan bibit berkualitas," di Mataram, NTB, Jumat.

Pemerintah Pusat sebelumnya telah menetapkan Teluk Ekas di Lombok Timur sebagai lokasi pembangunan pusat riset rumput laut bertaraf internasional tersebut.

Pusat Riset Bertaraf Internasional

International Tropical Seaweed Research Center dirancang sebagai bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ekonomi pesisir dan mendorong hilirisasi sektor kelautan.

Muslim menjelaskan bahwa keberadaan International Tropical Seaweed Research Center tidak hanya berfungsi sebagai penyedia bibit unggul, tetapi juga diharapkan menjadi pusat penelitian, pendidikan, serta pelatihan bagi masyarakat dan para pemangku kepentingan dalam pengembangan rumput laut di NTB.

Ia meyakini pusat riset tersebut mampu mempercepat peningkatan produktivitas budidaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui kolaborasi riset, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta transfer teknologi.

Muslim juga menyatakan, "Melalui kehadiran ITSRC, kami optimistis Teluk Ekas berkembang sebagai pusat inovasi rumput laut tropis dunia sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi pesisir yang berkelanjutan di NTB,".

Strategi Nasional Perkuat Posisi Indonesia

Indonesia saat ini merupakan produsen rumput laut tropis terbesar di dunia dengan penguasaan sekitar 75 persen pasar global.

Nilai ekonomi rumput laut dunia mencapai sekitar 12 miliar dolar Amerika Serikat per tahun dan diproyeksikan akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan permintaan global.

Pemerintah Pusat merancang International Tropical Seaweed Research Center sebagai simpul kolaborasi nasional dan internasional yang dilengkapi fasilitas laboratorium penelitian, asrama peneliti, serta berbagai sarana pendukung lainnya untuk menunjang pengembangan riset rumput laut tropis.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menegaskan bahwa penguatan riset rumput laut merupakan langkah strategis untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat rumput laut dunia.

Penulis :
Shila Glorya