Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Menegaskan Swasembada Beras Berkelanjutan dan Kesiapan Ekspor di Tengah Lonjakan Produk

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Menegaskan Swasembada Beras Berkelanjutan dan Kesiapan Ekspor di Tengah Lonjakan Produk
Foto: (Sumber : Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat memimpin Rapat Koordinasi Nasional (Rakor) Pertanian bersama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, jajaran Eselon I dan II, serta Kepala Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia di Jakarta, Selasa (24/2/2026). ANTARA/HO-Kementan..)

Pantau - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan swasembada beras yang berkelanjutan sekaligus menyatakan kesiapan Indonesia untuk mengekspor beras seiring peningkatan produksi nasional dan penguatan stok cadangan pemerintah.

Ia menyampaikan, “Penguatan stok beras nasional dalam beberapa bulan terakhir menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan swasembada pangan dan kesiapan ekspor,”.

Stok cadangan beras pemerintah secara nasional saat ini mencapai sekitar 3,5 juta ton dan diproyeksikan meningkat seiring panen raya serta tren produksi yang naik sekitar 15 persen hingga Maret.

Ia menyatakan, “Kalau tren ini bertahan tiga bulan saja ke depan, hampir pasti stok kita tembus 6 juta ton. Ini belum pernah terjadi selama kita merdeka,”.

Jika tren produksi konsisten hingga akhir tahun, potensi surplus diperkirakan dapat mencapai sekitar 9 juta ton.

Ia mengingatkan, “Ini puncak prestasi Bapak Ibu semua. Tetapi jangan lengah. Swasembada ini harus kita pertahankan dan tingkatkan,”.

Pemerintah mulai menjajaki ekspor beras ke sejumlah negara sahabat seperti Filipina, Malaysia, Arab Saudi, dan Papua Nugini.

Ia menambahkan, “Kalau tiga bulan ke depan tidak ada aral melintang, kita siap ekspor. Bahkan kita dorong dari wilayah timur langsung ke Papua Nugini,”.

Presiden Prabowo Subianto disebut telah menyampaikan di forum internasional bahwa Indonesia berhasil menekan impor dan memperkuat swasembada pangan.

Keberlanjutan swasembada ditegaskan tidak hanya bergantung pada produksi jangka pendek tetapi pada penguatan struktural melalui program cetak sawah dan optimalisasi lahan.

Realisasi cetak sawah tahun lalu mencapai sekitar 200 ribu hektare dan tahun ini ditargetkan meningkat menjadi 250 ribu hektare sementara program optimalisasi lahan telah berjalan ratusan ribu hektare dalam dua hingga tiga tahun terakhir.

Ia menyatakan, “Ini yang membuat swasembada kita sustain. Minimal bertahan 5 sampai 7 tahun, bahkan bisa 10 tahun kalau berlanjut,”.

Saat ini terdapat sembilan komoditas yang telah mencapai swasembada yaitu beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.

Dua komoditas yang masih menjadi perhatian serius adalah kedelai dan bawang putih dengan fokus penyelesaian bertahap.

Ia menegaskan, “Kedelai dan bawang putih ini fokus kita berikutnya. Kedelai memang agak berat, bawang putih relatif lebih memungkinkan. Kita selesaikan satu per satu,”.

Swasembada gula konsumsi ditargetkan tercapai tahun ini sedangkan gula industri diharapkan menyusul dalam tiga hingga empat tahun ke depan.

Menteri juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pertanian daerah sebagai pahlawan pangan dan menutup dengan pernyataan, “Sekarang tugas kita mempertahankan dan meningkatkan,”.

Penulis :
Aditya Yohan