HOME  ⁄  Ekonomi

Kementan dan ITS Perkuat Hilirisasi Energi dan Alsintan Demi Kemandirian Nasional

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Kementan dan ITS Perkuat Hilirisasi Energi dan Alsintan Demi Kemandirian Nasional
Foto: (Sumber: Rektor ITS Prof Dr Bambang Pramujati (dua dari kiri) bersama Wakil Rektor IV ITS Prof Agus Muhamad Hatta (kiri) usai menandatangani MoU dengan PTPN IV yang disaksikan oleh Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman (kanan) di kampus setempat, Minggu (19/4/2026). ANTARA/HO-Humas ITS.)

Pantau - Kementerian Pertanian bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memperkuat kolaborasi dalam hilirisasi energi dan alat mesin pertanian guna mendorong kemandirian teknologi serta ketahanan pangan nasional.

Kerja sama ini disampaikan pada Minggu, 19 April 2026, dengan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, "Karena dari sektor yang menjadi fokus utama pemerintah saat ini, ITS memiliki semua solusi yang pemerintah butuhkan."

Kolaborasi ini menghadirkan berbagai inovasi seperti bensin sawit bio gasoline Benwit, perahu traktor listrik untuk lahan rawa, serta alat panjat kelapa MOCITS.

Amran mengungkapkan, "Kami melihat inovasi nyata, mulai dari alat panjat kelapa, (perahu) traktor listrik untuk lahan rawa, hingga yang terbaru pengembangan bio gasoline."

Produk Benwit yang berbahan dasar crude palm oil (CPO) disebut mampu mencapai campuran hingga 70 persen tanpa perubahan signifikan pada mesin.

Ia menegaskan, "Jika ini dikawal terus, mimpi kita menuju kemandirian energi bukan lagi sekadar angan."

Kementan juga mendorong para peneliti untuk mematenkan inovasi agar dapat dikembangkan secara luas.

ITS telah menandatangani kerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara IV untuk mendukung distribusi hasil riset.

Amran menyatakan, "Jika produk ini bisa berhasil 100 persen setelah melakukan uji coba pengembangan, akan kita teruskan ke Bapak Presiden sehingga dapat segera dilakukan distribusi."

Selain itu, Kementan telah memesan 10 unit alat panjat kelapa MOCITS guna meningkatkan keselamatan dan efisiensi petani.

Potensi hilirisasi komoditas kelapa dan sawit dinilai sangat besar dengan nilai ekonomi diperkirakan mencapai Rp10 ribu triliun.

Ia menambahkan, "Kita punya air kelapa, minyak kelapa murni, hingga susu kelapa yang saat ini tinggi permintaan untuk ekspor, sehingga untuk teknologinya kita percayakan pada ITS lewat alat panjat kelapa ini."

Rektor ITS Bambang Pramujati menegaskan komitmen institusinya dalam menghasilkan inovasi yang relevan.

Ia mengatakan, “Untuk itu, kami akan berusaha menghasilkan produk inovasi yang memang dibutuhkan oleh masyarakat.”

Penulis :
Gerry Eka