Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Perpanjangan Penempatan Dana Rp200 Triliun Dinilai Dorong Penurunan Suku Bunga Kredit

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Perpanjangan Penempatan Dana Rp200 Triliun Dinilai Dorong Penurunan Suku Bunga Kredit
Foto: (Sumber : Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menjawab pertanyaan media dalam wawancara cegat (doorstop) usai acara silaturahmi bersama media di Jakarta, Rabu (25/2/2026). ANTARA/Rizka Khaerunnisa..)

Pantau - Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro memandang perpanjangan masa penempatan dana saldo anggaran lebih sebesar Rp200 triliun di Himpunan Bank Milik Negara hingga September 2026 akan berdampak positif terhadap tren penurunan suku bunga kredit.

“Kalau dilihat dari sisi positif dari perpanjangan penempatan dana SAL, ujungnya seharusnya bisa mendorong penurunan suku bunga kredit,” kata Andry Asmoro di Jakarta, Rabu malam.

Andry yang akrab disapa Asmo menjelaskan penempatan saldo anggaran lebih di bank-bank anggota Himbara dapat meredakan tensi perebutan likuiditas terutama di antara bank-bank besar.

Permintaan likuiditas diperkirakan meningkat menjelang Lebaran atau perayaan besar lainnya sehingga keberadaan dana tersebut membantu menjaga stabilitas likuiditas perbankan.

Ketika tensi perebutan likuiditas mereda kondisi tersebut berdampak pada penurunan suku bunga dana yang kemudian berpotensi mendorong penurunan suku bunga kredit.

Tren historis menunjukkan margin bunga bersih bank secara bertahap mulai menurun sehingga suku bunga kredit kemungkinan akan menyesuaikan.

“Tapi mungkin, bayangan saya, (penurunan bunga kredit) tidak akan sebesar penurunan BI-Rate karena ada inelasticity-nya,” kata dia.

Terkait pertumbuhan kredit pelonggaran likuiditas melalui penempatan dana SAL diyakini memberi ruang bagi bank untuk mendorong ekspansi pembiayaan.

Tim ekonom Bank Mandiri memproyeksikan pertumbuhan kredit industri perbankan tahun ini berada di kisaran high single digit hingga low double digit atau sekitar 9–11 persen.

Sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memutuskan memperpanjang masa penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di perbankan selama enam bulan setelah jatuh tempo pada 13 Maret 2026.

Dengan kebijakan tersebut bank dinilai tidak perlu khawatir kehilangan likuiditas karena pemerintah tetap mendukung kondisi likuiditas di pasar.

Purbaya menyatakan kebijakan tersebut turut mendorong penurunan suku bunga deposito dan kredit.

Berdasarkan catatan Bank Indonesia penurunan BI-Rate sebesar 125 basis poin selama tahun 2025 serta ekspansi likuiditas moneter berdampak signifikan terhadap penurunan suku bunga di pasar uang.

Namun Bank Indonesia menilai transmisi penurunan suku bunga kebijakan terhadap suku bunga perbankan masih berlangsung tetapi lebih terbatas.

Suku bunga deposito satu bulan tercatat turun 68 basis poin dari 4,81 persen pada Januari 2025 menjadi 4,13 persen pada Januari 2026.

Suku bunga kredit baru turun 40 basis poin dari 9,20 persen pada awal 2025 menjadi 8,80 persen pada Januari 2026.

Bank Indonesia menekankan perlunya transmisi lebih lanjut agar penurunan suku bunga dana semakin mendorong penurunan suku bunga kredit.

Penulis :
Ahmad Yusuf