Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Diproyeksikan Melemah pada Jumat di Tengah Penguatan Dolar AS dan Sentimen Geopolitik

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Rupiah Diproyeksikan Melemah pada Jumat di Tengah Penguatan Dolar AS dan Sentimen Geopolitik
Foto: (Sumber : Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Kamis (15/5/2025). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/bar).)

Pantau - Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan Jumat seiring penguatan dolar Amerika Serikat dan meningkatnya sentimen kehati-hatian pelaku pasar terhadap risiko global.

Pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Jumat 27 Februari 2026, rupiah turun 29 poin atau sekitar 0,17 persen menjadi Rp16.788 per dolar AS dari penutupan sebelumnya Rp16.759 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah masih berada dalam tekanan terhadap dolar AS.

Tekanan tersebut dipicu penguatan dolar AS setelah rilis data manufaktur dan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih baik dari perkiraan.

Investor juga mencermati hasil perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang belum menghasilkan kesepakatan sehingga memicu sentimen risk off di pasar keuangan dan menekan mata uang lain termasuk rupiah.

"Proyeksi pergerakan (rupiah) di kisaran Rp16.700-Rp16.800 per dolar AS," ujarnya.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menilai rupiah berpotensi diperdagangkan melemah di kisaran Rp16.730 hingga Rp16.790 per dolar AS.

Ia menjelaskan tekanan terhadap rupiah berasal dari faktor global, khususnya meningkatnya risiko geopolitik terkait konflik Amerika Serikat dan Iran yang mendorong pelaku pasar mengalihkan dana ke aset safe haven.

"Dari domestik masih minim sentimen," katanya.

Meski rupiah melemah terhadap dolar AS, pergerakan dolar AS bervariasi terhadap mayoritas mata uang utama lainnya.

Dolar AS melemah 0,02 persen terhadap euro dan turun 0,14 persen terhadap yen Jepang.

Terhadap dolar Kanada dan franc Swiss, dolar AS masing-masing melemah 0,04 persen dan 0,06 persen.

Dolar AS menguat 0,04 persen terhadap dolar Australia dan bergerak stagnan terhadap poundsterling Inggris.

Penulis :
Aditya Yohan