Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Bank Indonesia Intensifkan Intervensi Pasar Setelah Rupiah Tembus Rp16.900 per Dolar AS

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Bank Indonesia Intensifkan Intervensi Pasar Setelah Rupiah Tembus Rp16.900 per Dolar AS
Foto: (Sumber : Petugas menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo, Melawai, Jakarta, Senin (15/9/2025). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/sgd..)

Pantau - Bank Indonesia (BI) mengintensifkan berbagai instrumen stabilisasi untuk meredam tekanan terhadap nilai tukar rupiah setelah mata uang tersebut menembus level Rp16.900 per dolar Amerika Serikat.

Pelemahan rupiah dipicu meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang memengaruhi sentimen pasar global.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menyatakan bank sentral akan terus berada di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Ia menjelaskan langkah tersebut dilakukan untuk mencegah dampak konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian Indonesia.

"Intervensi yang tegas dan konsisten akan terus kami lakukan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, disertai dengan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder," kata Destry Damayanti.

Pelemahan Rupiah Masih Sejalan dengan Mata Uang Regional

Destry menjelaskan bahwa pelemahan rupiah saat ini masih relatif sejalan dengan pergerakan mata uang di kawasan regional.

Secara month-to-date (mtd), rupiah tercatat melemah sebesar 0,51 persen.

Nilai tersebut dinilai masih lebih baik dibandingkan pelemahan beberapa mata uang negara lain di kawasan.

Bank Indonesia juga mencatat kondisi fundamental ekonomi domestik masih cukup kuat.

Cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar 154,6 miliar dolar Amerika Serikat pada akhir Januari 2026.

Selain itu arus masuk modal asing ke pasar keuangan domestik sepanjang tahun 2026 mencapai sekitar Rp25,7 triliun.

Rupiah Melemah pada Awal Perdagangan

Pada pembukaan perdagangan di Jakarta pada Rabu, nilai tukar rupiah tercatat melemah terhadap dolar Amerika Serikat.

Rupiah melemah sebesar 58 poin atau sekitar 0,34 persen ke posisi Rp16.930 per dolar AS.

Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp16.872 per dolar AS pada Selasa 3 Maret.

Penulis :
Aditya Yohan