Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

BSI Catat Emas Kelolaan 22,5 Ton, Bisnis Bullion Bank Tumbuh Pesat dalam Setahun

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

BSI Catat Emas Kelolaan 22,5 Ton, Bisnis Bullion Bank Tumbuh Pesat dalam Setahun
Foto: (Sumber: PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatat pertumbuhan signifikan pada bisnis emas dalam satu tahun sejak layanan bullion bank diluncurkan pada 26 Februari 2025. Hingga kini, total emas kelolaan perseroan mencapai 22,5 ton, mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan bank emas di Indonesia, Jakarta, Minggu (8/3/2026) (ANTARA/HO-BSI).)

Pantau - PT Bank Syariah Indonesia Tbk mencatat total emas kelolaan perusahaan mencapai 22,5 ton seiring pertumbuhan signifikan bisnis emas sejak peluncuran layanan bank emas atau bullion bank pada 26 Februari 2025.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyampaikan layanan bullion bank merupakan inisiatif pemerintah untuk memperkuat pengelolaan emas nasional.

Program tersebut diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025.

Izin kegiatan usaha bullion bank diberikan oleh Otoritas Jasa Keuangan kepada BSI dan Pegadaian.

Anggoro mengatakan layanan bullion bank tidak hanya meningkatkan volume emas yang dikelola tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan emas.

Ia mengatakan, "Tak hanya meningkatkan volume emas kelolaan, layanan bullion juga memperluas inklusi kepemilikan emas di masyarakat. Karakteristiknya yang inklusif, mudah diakses secara digital, serta sesuai prinsip syariah membuat emas semakin terjangkau bagi berbagai segmen nasabah".

Minat Investasi Emas Meningkat

Peningkatan minat investasi emas terlihat dari perubahan komposisi nasabah BSI.

Nasabah dari kalangan generasi Z meningkat dari 24 persen menjadi 32 persen.

Secara keseluruhan jumlah nasabah BSI pada 2025 bertambah lebih dari dua juta orang.

Total nasabah BSI kini mencapai lebih dari 23 juta nasabah.

Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi sejak merger bank syariah pada 2021.

Layanan bullion bank juga menjadi sumber pertumbuhan nasabah baru dengan jumlah nasabah meningkat lebih dari 400 persen.

Anggoro menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas dukungan pengembangan industri bullion bank di Indonesia.

Ia mengatakan, "Bullion bank menjadi milestone penting bagi BSI dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional. Kami ingin menjadikan emas tidak hanya sebagai instrumen lindung nilai, tetapi juga sebagai bagian dari sistem keuangan yang produktif dan inklusif".

Perkuat Ekosistem Layanan Emas Syariah

BSI menjadi salah satu bank pertama yang menjalankan layanan bank emas di Indonesia.

Layanan bullion bank melengkapi produk emas yang sebelumnya telah dimiliki BSI seperti cicil emas dan gadai emas.

Dengan adanya layanan tersebut BSI kini memiliki ekosistem layanan emas yang terintegrasi.

Layanan tersebut mencakup perdagangan emas, simpanan emas, cicil emas, gadai emas, hingga produk BSI Gold.

Anggoro menegaskan seluruh transaksi emas di BSI dijalankan sesuai prinsip syariah.

Ia mengatakan, "Kami tidak diperbolehkan menjual barang yang belum dimiliki. Karena itu seluruh transaksi emas di BSI dipastikan memiliki underlying berupa emas fisik yang tersimpan di vault kami".

Kinerja Keuangan BSI Tumbuh Positif

Hingga Desember 2025 bisnis bullion bank juga memberikan kontribusi terhadap pendapatan berbasis biaya dari layanan emas.

Kinerja BSI pada 2025 mencatat pertumbuhan yang kuat.

Total aset BSI per Desember 2025 mencapai Rp456 triliun atau tumbuh 11,64 persen secara tahunan.

Pembiayaan BSI meningkat 14,49 persen secara tahunan dengan kualitas pembiayaan tetap terjaga.

Cost of financing tercatat pada level 0,84 persen.

Dana pihak ketiga BSI juga meningkat 16,20 persen menjadi Rp380 triliun.

BSI optimistis layanan bullion bank akan menjadi salah satu mesin pertumbuhan baru perusahaan.

Hal tersebut semakin diperkuat setelah BSI bertransformasi menjadi persero dan berada langsung di bawah Danantara.

Pemerintah Dorong Penguatan Ekosistem Bullion Bank

Pertumbuhan bisnis emas BSI dinilai sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas.

Emas dinilai memiliki karakteristik sebagai safe haven di tengah dinamika ekonomi global.

BSI berencana terus memperkuat inovasi layanan bullion bank serta meningkatkan literasi investasi emas berbasis syariah.

Perusahaan juga akan memperkuat kolaborasi dengan regulator dan pelaku industri untuk membangun ekosistem bank emas nasional.

BSI juga berupaya memperluas pemanfaatan emas dalam perencanaan keuangan nasabah seperti untuk persiapan ibadah haji, kepemilikan rumah, dan tujuan keuangan lainnya.

BSI juga meluncurkan kampanye literasi investasi bertajuk Langkah Emas Generasi E M A S.

Kampanye tersebut bertujuan mendorong masyarakat semakin mengenal investasi emas.

Anggoro menyatakan optimisme terhadap masa depan bisnis bullion bank.

Ia mengatakan, "Dengan momentum satu tahun perjalanan ini, BSI optimistis bisnis bullion bank akan menjadi salah satu mesin pertumbuhan baru perseroan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah global".

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut emas sebagai instrumen investasi safe haven dalam berbagai kondisi ekonomi.

Ia mengatakan pemerintah akan terus mendorong industri jasa keuangan untuk memperkuat ekosistem bullion bank.

Ia mengatakan, "Untuk itu kami terus mendorong industri jasa keuangan, termasuk Bank Syariah Indonesia, untuk meningkatkan ekosistem bullion bank guna menjadi engine baru pertumbuhan ekonomi nasional".

Penulis :
Gerry Eka