
Pantau - Kementerian Pertanian mengembangkan kawasan kelapa seluas 300 hektare di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, untuk memperkuat produksi berbasis kawasan sekaligus mendorong hilirisasi komoditas kelapa di tingkat pekebun.
Program Pengembangan Kawasan Kelapa
Program tersebut melibatkan 61 gabungan kelompok tani atau gapoktan.
Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Iim Mucharam menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari percepatan penyelesaian Rencana Pengembangan Agribisnis Tanaman Tahunan Kelapa Tahun 2025.
Kegiatan dilaksanakan di Kelompok Tani Kalpataru yang berada di Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo.
Iim Mucharam juga melakukan peninjauan langsung terhadap kegiatan usaha yang dijalankan oleh Kelompok Tani Kalpataru.
Kelompok tani tersebut mengolah nira kelapa menjadi gula kelapa cetak sebagai produk turunan komoditas kelapa.
Produk gula kelapa cetak dinilai mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi para pekebun.
Produk tersebut juga menjadi contoh penerapan hilirisasi komoditas kelapa di tingkat desa.
Iim Mucharam menegaskan bahwa pengembangan kelapa tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi di kebun.
"Pengembangan kelapa tidak hanya berhenti pada peningkatan produksi di kebun, tetapi juga harus didorong hingga pengolahan hasil agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi pekebun," ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa pendekatan kawasan menjadi strategi penting untuk memperkuat sentra produksi kelapa nasional.
Strategi tersebut meliputi penguatan budi daya tanaman kelapa, peningkatan produktivitas kebun, serta pengembangan usaha pengolahan hasil.
Penguatan Rantai Nilai Komoditas Kelapa
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Abdul Roni Angkat menyatakan bahwa pengembangan kawasan kelapa berbasis kelompok tani merupakan langkah strategis untuk memperkuat rantai nilai komoditas kelapa nasional.
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kelembagaan pekebun.
Selain itu dilakukan peningkatan produktivitas kebun kelapa.
Program juga mencakup pengembangan usaha hilir, salah satunya pengolahan nira kelapa menjadi gula kelapa.
Dengan langkah tersebut, nilai tambah komoditas kelapa diharapkan dapat langsung dirasakan oleh para pekebun.
Abdul Roni Angkat menyampaikan bahwa program di Wonosobo menjadi contoh implementasi nyata kebijakan pemerintah di sektor perkebunan.
"Kegiatan di Wonosobo ini menjadi contoh nyata bagaimana program pemerintah mampu langsung menyentuh petani melalui penguatan budi daya dan hilirisasi produk," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa komoditas kelapa tidak hanya menjadi sumber bahan baku.
Komoditas tersebut juga diharapkan menjadi penggerak peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
Dukungan Pemerintah untuk Kesejahteraan Pekebun
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa pemerintah terus memperkuat subsektor perkebunan di Indonesia.
Penguatan tersebut bertujuan meningkatkan kesejahteraan para pekebun sekaligus menggerakkan ekonomi pedesaan.
"Yang terpenting adalah memastikan para pekebun bisa hidup lebih bahagia dan sejahtera," ujarnya.
Ia menilai sinergi yang harmonis antar berbagai pihak sangat penting untuk mendorong kemajuan sektor perkebunan.
Ia menambahkan bahwa komitmen yang kuat dapat mendorong perekonomian pekebun agar terus berkembang.
"Yang perlu kita lakukan adalah membuka peluang seluas-luasnya bagi mereka untuk memperoleh keuntungan yang layak," katanya.
- Penulis :
- Shila Glorya







