
Pantau - Pemerintah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terus mendorong pengembangan padi organik sebagai upaya menciptakan sektor pertanian yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.
Padi Organik Dikembangkan untuk Jaga Kualitas Pangan
Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis Andang Firman Triyadi menyampaikan pendekatan pertanian organik diyakini mampu menghasilkan beras berkualitas sekaligus menyediakan pangan yang lebih sehat dan aman bagi masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Andang saat menghadiri Panen Padi Organik Tingkat Kabupaten Ciamis dan peresmian Sekretariat Klaster Padi Pamarican di area persawahan Kelompok Tani Parikesit, Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, Kamis.
Andang mewakili Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengatakan pemerintah daerah terus mendorong penerapan pertanian sehat dan ramah lingkungan melalui penggunaan pupuk organik, pengelolaan lahan secara bijaksana, serta pengendalian organisme pengganggu tanaman secara terpadu.
Menurut Andang, pembangunan sektor pertanian tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga harus menjaga kelestarian lingkungan, memperbaiki kualitas tanah, serta menghasilkan pangan yang sehat dan aman.
"Apa yang kita lakukan hari ini adalah investasi bagi masa depan pertanian Kabupaten Ciamis," kata Andang.
Lahan Organik Ciamis Capai Puluhan Hektare
Kabupaten Ciamis memiliki potensi pertanian dengan luas baku sawah mencapai 32.386 hektare dan produksi gabah kering giling (GKG) sebanyak 402.917 ton per tahun atau setara dengan 257.947 ton beras.
Hingga tahun 2026, luas lahan padi organik yang telah tersertifikasi di Kabupaten Ciamis mencapai 54,46 hektare yang tersebar di Kecamatan Cihaurbeuti, Pamarican, Banjarsari, dan Banjaranyar.
Panen padi organik yang dilakukan merupakan hasil dari Gerakan Tanam Padi Organik pada April 2026 dengan masa budidaya sekitar 110 hari.
Lahan Kelompok Tani Parikesit yang digunakan dalam kegiatan tersebut memiliki luas 24,36 hektare.
Andang mengapresiasi petani yang terus berinovasi dalam mengembangkan pertanian organik melalui kerja keras, ketekunan, dan kolaborasi berbagai pihak.
"Panen padi organik hari ini bukan sekadar keberhasilan memanen hasil pertanian. Lebih dari itu, ini merupakan bukti bahwa kolaborasi, inovasi, dan komitmen bersama mampu menghadirkan sistem pertanian yang sehat, produktif, dan berkelanjutan," ujar Andang.
Pertanian organik di Ciamis diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan bagi masyarakat.
- Penulis :
- Arian Mesa





