
Pantau - Pemerintah Provinsi Papua Barat menyiapkan pengembangan perkebunan kakao seluas 68.734 hektare hingga tahun 2027 sebagai strategi memperkuat sektor ekonomi berbasis komoditas unggulan daerah.
Usulan Kerja Sama Pengembangan Kakao
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyerahkan dokumen usulan pengembangan komoditas kakao dan pala kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam rapat di Jakarta pada Kamis (12/3/2026).
Dominggus Mandacan menjelaskan pengembangan kakao dilakukan melalui kerja sama antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian.
Ia mengatakan, "Pada Kamis (12/3/2026) kemarin sudah audiensi dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan salah satu poin usulan kerja sama yaitu pengembangan kakao".
Program pengembangan kakao mencakup peremajaan tanaman kakao, perluasan lahan perkebunan baru, serta peningkatan produksi kakao.
Estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk melaksanakan program pengembangan kakao tersebut mencapai sekitar Rp357,52 miliar.
Pemerintah provinsi membutuhkan dukungan pemerintah pusat karena besarnya kebutuhan anggaran agar program pengembangan kakao dapat berjalan optimal.
Target Serapan Tenaga Kerja dan Lokasi Pengembangan
Program pengembangan kakao tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produksi kakao di Papua Barat tetapi juga membuka peluang penyerapan tenaga kerja serta mendorong pertumbuhan industri pengolahan produk turunan kakao di daerah.
Pemerintah provinsi memproyeksikan penyerapan tenaga kerja lokal pada sektor perkebunan kakao mencapai sekitar 2.500 orang.
Dominggus Mandacan mengatakan, "Pemerintah provinsi memproyeksi penyerapan tenaga kerja lokal pada sektor perkebunan kakao kurang lebih mencapai 2.500 orang".
Pada tahap awal pelaksanaan program, pengembangan perkebunan kakao akan difokuskan di Kabupaten Manokwari dan Kabupaten Manokwari Selatan.
Kabupaten Manokwari memiliki potensi luasan lahan kakao sekitar 2.381 hektare.
Kabupaten Manokwari Selatan memiliki potensi luasan kebun kakao sekitar 4.530 hektare.
Pengembangan Komoditas Pala
Selain kakao, pemerintah provinsi juga mengusulkan pengembangan komoditas pala sebagai bagian dari kerja sama dengan Kementerian Pertanian.
Pengembangan komoditas pala direncanakan di Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Kaimana.
Total luas lahan yang diusulkan untuk pengembangan komoditas pala mencapai 30.778 hektare.
Pada tahap awal pengembangan kakao, pemerintah provinsi menargetkan penambahan lahan kebun kakao baru seluas 1.500 hektare.
Dominggus Mandacan mengatakan, "Untuk kakao, pada tahap awal, pemerintah provinsi target penambahan lahan kebun baru seluas 1.500 hektare. Komoditas pala juga kami usulkan masuk program kerja sama".
Ia menegaskan sektor perkebunan memiliki potensi besar menjadi motor penggerak ekonomi daerah karena melibatkan peran aktif masyarakat terutama yang tinggal di wilayah perkampungan.
- Penulis :
- Leon Weldrick







