
Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat akses orbit dan peran strategis Indonesia dalam diplomasi antariksa global melalui partisipasi aktif pada forum United Nations Committee on the Peaceful Uses of Outer Space (UN-COPUOS) 2026 di Wina, Austria.
Peran Strategis BRIN di Forum Internasional
Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN Robertus Heru Triharjanto menyatakan bahwa BRIN memiliki mandat sebagai penyelenggara kegiatan keantariksaan nasional sekaligus perwakilan Indonesia dalam forum internasional.
"BRIN juga menjadi rujukan dalam pemanfaatan data penginderaan jauh berbasis satelit untuk mendukung pembangunan di kawasan Asia Pasifik," ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia telah lama memanfaatkan data satelit untuk berbagai sektor strategis seperti prediksi panen, deteksi kebakaran hutan, hingga pemetaan administrasi pertanahan.
"Bahkan, dengan teknologi radar, pemanfaatan data antariksa kini berkembang untuk mendukung pengawasan perikanan dan deteksi polusi laut," lanjutnya.
Dalam bidang kebencanaan, data satelit juga digunakan untuk mitigasi dan pemulihan bencana sejak tsunami Aceh 2004 hingga banjir di Aceh dan Sumatra Utara pada 2025.
Pentingnya Akses Orbit dan Kepentingan Global
Deputy Chief of Mission KBRI Wina Vitto Rafael Tahar mengatakan bahwa partisipasi Indonesia dalam UN-COPUOS telah berlangsung konsisten sejak 1972.
"Indonesia bahkan dipercaya untuk membantu pengolahan data penginderaan jauh bagi negara-negara di Asia Tenggara saat terjadi bencana," ujarnya.
Menurutnya, ruang angkasa kini menjadi arena kontestasi global yang memengaruhi ekonomi digital, keamanan nasional, dan geopolitik.
"Upaya ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi, meningkatkan daya saing global, serta memperkuat keamanan nasional di era ekonomi dan geopolitik berbasis ruang angkasa," ucap Vitto Rafael Tahar.
BRIN ke depan akan fokus mengembangkan sistem satelit penginderaan jauh sebagai sumber utama data pembangunan nasional serta sistem komunikasi berbasis satelit untuk mendukung Internet of Things (IoT), pemantauan lalu lintas, dan sistem peringatan dini bencana.
- Penulis :
- Aditya Yohan







