Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

BSI Catat Laba Bersih Rp1,36 Triliun hingga Februari 2026, Bisnis Emas dan Digital Jadi Pendorong Utama

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

BSI Catat Laba Bersih Rp1,36 Triliun hingga Februari 2026, Bisnis Emas dan Digital Jadi Pendorong Utama
Foto: Ilustrasi - Petugas Bank Syariah Indonesia (BSI) memberi pelayanan kepada nasabah (sumber: BSI)

Pantau - PT Bank Syariah Indonesia Persero Tbk (BSI) mencatat laba bersih sebesar Rp1,36 triliun hingga Februari 2026 atau tumbuh sekitar 17 persen secara tahunan dan masih bersifat unaudited.

Kinerja tersebut melanjutkan tren pertumbuhan positif perusahaan dalam beberapa tahun terakhir yang didorong oleh penguatan berbagai lini bisnis.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyampaikan bahwa capaian ini mencerminkan kondisi perusahaan yang solid di awal tahun.

"Kinerja ini mencerminkan kondisi perusahaan yang solid di awal tahun 2026," ungkapnya.

Bisnis Emas dan Digital Dorong Pendapatan

Pertumbuhan kinerja BSI didorong oleh akselerasi digital serta perluasan layanan bisnis emas yang menjadi salah satu faktor utama peningkatan pendapatan.

Pendapatan berbasis komisi atau fee based income tercatat tumbuh 30 persen secara tahunan menjadi Rp1,47 triliun hingga Februari 2026.

Kontributor terbesar berasal dari layanan bank emas yang tumbuh 136,55 persen dengan nilai pendapatan mencapai Rp463 miliar.

Selain itu, bisnis treasury dan layanan digital melalui e-channel turut memperkuat kinerja pendapatan perusahaan.

Jumlah pengguna superapps BYOND by BSI mencapai 6,3 juta dengan total transaksi sebesar 125,4 juta transaksi.

Pembiayaan dan UMKM Perkuat Intermediasi

Dari sisi intermediasi, pembiayaan BSI tumbuh 14,32 persen secara tahunan menjadi Rp323 triliun dengan kontribusi terbesar berasal dari segmen konsumer terutama bisnis emas.

Pembiayaan ritel termasuk UMKM mencapai Rp52,43 triliun atau tumbuh 6,10 persen secara tahunan.

BSI terus mendukung UMKM naik kelas melalui pendampingan, pelatihan, pembiayaan, serta penyediaan fasilitas BSI UMKM Center dan business matching.

Strategi diferensiasi melalui bisnis bulion bank juga memperkuat posisi BSI dengan kelolaan emas mencapai sekitar 22,5 ton.

Jumlah nasabah BSI tercatat terus meningkat hingga mencapai 23 juta dalam empat tahun terakhir.

Dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 14,76 persen secara tahunan menjadi Rp366 triliun yang didorong oleh peningkatan tabungan sebesar 16,06 persen menjadi Rp154 triliun.

Likuiditas perusahaan tetap terjaga dengan rasio financing to deposit ratio di level 88,20 persen serta kontribusi fee based income ratio sebesar 24,59 persen.

BSI juga mendukung berbagai program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis melalui 1.520 virtual account Mitra BGN dan pembiayaan pembangunan 145 dapur SPPG MBG senilai Rp194,50 miliar.

Selain itu, BSI mendukung program Koperasi Desa Merah Putih dengan target sekitar 80.000 unit serta menyalurkan kredit usaha rakyat sebesar Rp1,65 triliun.

Pada sektor perumahan, BSI berkontribusi dalam Program 3 Juta Rumah FLPP dengan realisasi pembiayaan Rp94,82 miliar setara 582 unit rumah serta total penyaluran Kredit Program Perumahan mencapai Rp259 miliar hingga Februari 2026.

Penulis :
Leon Weldrick
Editor :
Leon Weldrick