
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah pada perdagangan Jumat pagi, seiring tekanan dari pasar global yang diliputi ketidakpastian konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Tertekan Sentimen Global
IHSG turun 27,72 poin atau 0,39 persen ke level 7.316,37, sementara indeks LQ45 juga melemah 0,66 persen ke posisi 726,89.
Analis Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak sideways di kisaran 7.050–7.250, seiring pelaku pasar merespons perkembangan konflik geopolitik yang masih belum jelas arahnya.
Presiden AS Donald Trump menyampaikan ketidakpastian terkait peluang kesepakatan damai dengan Iran, meski di sisi lain pembicaraan disebut masih berlangsung. Pernyataan yang saling bertolak belakang ini memicu volatilitas pasar global.
Dampak ke Energi dan Inflasi
Ketidakpastian tersebut turut memengaruhi harga minyak dunia yang kembali menguat. Kenaikan harga energi meningkatkan kekhawatiran inflasi global dan membebani sentimen investor.
OECD bahkan memperingatkan potensi kenaikan harga yang lebih cepat serta perlambatan ekonomi jika konflik berkepanjangan.
Bursa Global Ikut Melemah
Bursa saham Eropa dan Amerika Serikat kompak ditutup di zona merah pada perdagangan sebelumnya. Di Asia, mayoritas indeks juga melemah, meski sebagian masih mencatat penguatan terbatas.
Sentimen Domestik
Dari dalam negeri, pemerintah menambah penempatan dana sebesar Rp100 triliun ke perbankan untuk menjaga likuiditas, sehingga totalnya mencapai sekitar Rp300 triliun.
Selain itu, pemerintah juga berencana menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi ASN sebagai langkah penghematan konsumsi BBM.
Kombinasi sentimen global dan domestik ini membuat pergerakan IHSG cenderung terbatas dan fluktuatif dalam jangka pendek.
- Penulis :
- Aditya Yohan








