
Pantau - ITDC menyatakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika menawarkan kombinasi insentif fiskal dan infrastruktur terintegrasi guna mempercepat investasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Direktur Komersial dan Marketing ITDC, Febrina Mediana, mengatakan KEK Mandalika memiliki kesiapan investasi yang komprehensif.
"Hal ini menjadikan KEK Mandalika sebagai salah satu kawasan dengan kesiapan investasi paling komprehensif di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia," ujarnya.
Insentif fiskal yang ditawarkan meliputi tax holiday untuk usaha utama serta pengurangan pajak setelah masa insentif berakhir.
Selain itu, tersedia skema tax allowance berupa pengurangan penghasilan kena pajak dari nilai investasi.
Investor juga mendapatkan percepatan depresiasi dan amortisasi serta pengaturan tarif pajak dividen bagi investor asing.
Dari sisi pajak tidak langsung, pemerintah memberikan pembebasan PPN untuk impor barang modal dan barang tertentu.
Pembebasan bea masuk dan pajak penjualan barang mewah juga diberikan untuk properti di kawasan tersebut.
Febrina menyebut KEK Mandalika dikembangkan sebagai investment ready ecosystem.
"Kami membangun KEK Mandalika sebagai investment ready ecosystem, di mana insentif fiskal yang kompetitif berpadu dengan kesiapan infrastruktur, kepastian regulasi, serta demand yang terus bertumbuh," katanya.
Kemudahan nonfiskal juga disediakan, seperti perizinan terpadu satu pintu dan kemudahan perizinan tenaga kerja asing.
Selain itu, investor diberikan hak atas tanah hingga jangka waktu 80 tahun.
Pengembangan kawasan dilakukan melalui masterplan terintegrasi yang mencakup beberapa zona strategis seperti circuit district, Kuta district, serta area lifestyle and leisure.
Kawasan unggulan meliputi golf resort community seluas 298 hektare, Tanjung Aan premium serenity district seluas 146 hektare untuk hotel internasional, serta eastern adventure district seluas 164 hektare untuk sektor hospitality dan hiburan.
Pengembangan kawasan juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dengan alokasi sekitar 30 persen area sebagai ruang terbuka hijau, termasuk kawasan mangrove seluas 45 hektare di sisi timur.
KEK Mandalika dinilai memiliki daya tarik pasar yang kuat dan diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan investasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.
- Penulis :
- Gerry Eka








