
Pantau - PT Medela Potentia Tbk (MDLA) membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 16 persen secara tahunan menjadi Rp398,1 miliar pada 2025, seiring pendapatan yang mencapai Rp14,89 triliun.
Kinerja Keuangan dan Strategi Bisnis
Direktur Utama Medela Potentia Krestijanto Pandji menyatakan bahwa penguatan jaringan distribusi, ekspansi prinsipal, serta pertumbuhan bisnis digital dan alat kesehatan menjadi faktor utama yang menopang kinerja perseroan.
Ia mengungkapkan, "Pertumbuhan laba bersih dua digit menjadi salah satu indikator positif kinerja perseroan sepanjang tahun 2025."
Ia menambahkan, "Ke depan, perseroan akan tetap fokus menjaga stabilitas pertumbuhan melalui penguatan infrastruktur logistik dan optimalisasi portofolio bisnis."
Sepanjang 2025, perusahaan menambah delapan prinsipal baru yang terdiri dari produk obat resep, consumer health, dan alat kesehatan guna meningkatkan daya saing di industri.
Ekspansi Infrastruktur dan Inovasi Digital
Perseroan juga memperkuat infrastruktur distribusi dengan mengakuisisi National Distribution Center (NDC) 1 seluas 10.000 meter persegi di Cikarang, Jawa Barat, serta lahan 2,7 hektare untuk pengembangan NDC 2.
Menurut Krestijanto, "Ekspansi ini akan semakin memperkuat kapabilitas warehouse sekaligus meningkatkan kecepatan dan kualitas layanan kepada pelanggan."
Selain itu, pembangunan gudang dan kantor cabang di Medan ditargetkan rampung pada akhir 2026 untuk memperluas distribusi di wilayah Sumatera.
Dari sisi bisnis internasional, anak usaha PT Deca Metric Medica mulai mengekspor alat kesehatan ke Kamboja dan Timor Leste sejak Agustus 2025.
Sementara itu, platform digital GoApotik mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 32 persen dengan peningkatan transaksi pelanggan sebesar 24 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebagai bagian dari komitmen lingkungan, perusahaan juga mengoperasikan kendaraan berbasis motor listrik di 15 cabang yang tersebar di 13 kota dengan total 106 unit hingga akhir 2025.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








