
Pantau - Menteri Pertanian Amran Sulaiman meminta para importir untuk tidak menaikkan harga kedelai secara berlebihan guna menjaga stabilitas pangan di tengah kenaikan harga yang mulai dirasakan masyarakat.
Permintaan itu disampaikan Amran di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, sebagai respons atas kenaikan harga kedelai yang berdampak pada perajin tahu dan tempe.
"Kedelai nanti kita minta kepada seluruh importir jangan menaikkan harga terlalu tinggi. Marilah kita menjaga stabilitas harga pangan dan kita ada empati perasaan peduli kepada saudara-saudara kita," ungkapnya.
Amran mengaku pihaknya masih mendalami penyebab pasti kenaikan harga kedelai di pasar domestik.
Ia juga akan segera berkoordinasi dengan jajaran direktorat jenderal terkait untuk mematangkan langkah intervensi yang diperlukan.
Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah
Di sisi lain, Amran memastikan stok beras nasional berada pada level tertinggi sepanjang sejarah.
"Pertama, Alhamdulillah stok kita 4,6 juta ton hari ini. Bulan April, Insya Allah bisa 5 juta ton dan ini tertinggi sepanjang sejarah," tuturnya.
Ia menyebut capaian tersebut jauh melampaui kondisi pada periode yang sama di tahun-tahun sebelumnya yang hanya berkisar antara 1,5 juta hingga 2 juta ton.
Saat ini, ketersediaan beras disebut meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Antisipasi El Nino dan Ketahanan Pangan
Pemerintah juga telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi fenomena El Nino yang dapat memicu kekeringan panjang.
Selain stok beras di gudang yang diproyeksikan mencapai 5 juta ton, terdapat cadangan di sektor hotel, restoran, dan kafe sebesar 12,5 juta ton serta standing crop mencapai 11 juta ton.
"Itu kalau 28 juta ton itu cukup untuk 10,7 bulan sampai 11 bulan ke depan," jelas Amran.
- Penulis :
- Shila Glorya








