HOME  ⁄  Ekonomi

Kemenperin Dorong Digitalisasi IKM untuk Perluas Pasar di Tengah Lonjakan Ekonomi Digital

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kemenperin Dorong Digitalisasi IKM untuk Perluas Pasar di Tengah Lonjakan Ekonomi Digital
Foto: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita (sumber: Kemenperin)

Pantau - Kementerian Perindustrian memperkuat pemasaran industri kecil menengah (IKM) dengan mendorong pemanfaatan teknologi digital seiring meningkatnya peluang transaksi ekonomi digital di Indonesia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan transformasi digital menjadi kunci bagi pelaku IKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Pelaku IKM juga didorong meningkatkan kapabilitas agar mampu tumbuh dan bersaing, termasuk menghadapi produk impor melalui penguatan promosi secara online.

"Kami konsisten melaksanakan program peningkatan literasi digital bagi IKM untuk membantu para pelaku IKM menggunakan dan memanfaatkan pemasaran digital agar dapat memperluas jangkauan pasar," ujar Menperin.

Lonjakan Pengguna Internet dan E-Commerce

Berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, jumlah pengguna internet di Indonesia pada 2025 mencapai 229,43 juta orang.

Data Kementerian Perdagangan menunjukkan jumlah pengguna e-commerce pada 2025 diproyeksikan mencapai 73,06 juta pengguna.

Jumlah tersebut meningkat 11 persen dibandingkan tahun 2024 dan melonjak 89 persen dibandingkan tahun 2020.

Laporan Google, Temasek, dan Bain & Company mencatat nilai transaksi e-commerce Indonesia sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp1.192,8 triliun atau setara 71 miliar dolar AS.

Workshop dan Kolaborasi Perkuat IKM

Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka menggelar Workshop e-Smart IKM dan Literasi Digital pada 1 April 2026 di Balai Pengembangan Industri Fesyen dan Kriya Kabupaten Badung, Bali, dengan peserta sebanyak 80 pelaku IKM.

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Reni Yanita menyampaikan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai mitra strategis seperti Shopee, IKEA Indonesia, dan Universitas Ciputra Surabaya.

"Pemasaran digital merupakan suatu keharusan bagi pelaku usaha, khususnya IKM, karena memiliki keunggulan dibandingkan pemasaran konvensional," ujarnya.

Reni menjelaskan perkembangan teknologi membuka peluang pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence dalam strategi pemasaran.

"AI memungkinkan pelaku usaha melakukan personalisasi promosi sesuai preferensi konsumen, memprediksi tren pasar, serta menganalisis perilaku pelanggan dengan lebih akurat, sehingga efektivitas pemasaran dapat meningkat secara signifikan," imbuhnya.

Kemenperin terus mengembangkan program e-Smart IKM yang telah berjalan sejak 2017 dan hingga kini telah diikuti sebanyak 31.634 pelaku IKM melalui berbagai kegiatan literasi digital.

"Selain mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran, Kemenperin juga mengarahkan IKM untuk melakukan transformasi menuju industri 4.0 pada lini produksinya," tambah Reni.

Penulis :
Arian Mesa