HOME  ⁄  Nasional

Usulan Raja Ampat Jadi Kawasan Kebijakan Khusus Nasional untuk Percepat Pariwisata Berkelanjutan

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Usulan Raja Ampat Jadi Kawasan Kebijakan Khusus Nasional untuk Percepat Pariwisata Berkelanjutan
Foto: Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Paulus Waterpauw (sumber: ANTARA/Yuvensius Lasa Banafanu)

Pantau - Raja Ampat diusulkan menjadi kawasan kebijakan khusus nasional guna mempercepat pembangunan pariwisata yang terintegrasi dan berkelanjutan di Papua Barat Daya.

Usulan tersebut disampaikan oleh anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Paulus Waterpauw, dalam upaya mendorong pengelolaan kawasan secara lebih terarah.

Ia menilai penetapan status khusus penting agar pengelolaan Raja Ampat tidak berjalan parsial, melainkan melalui kebijakan negara yang komprehensif dan terpadu.

Paulus Waterpauw menegaskan, "Kami membangun komunikasi dengan anggota DPD RI, DPR RI, serta para menteri asal Papua untuk membahas persoalan Papua secara serius, sehingga dapat melahirkan konsep pembangunan yang nyata."

Hasil pembahasan tersebut akan diajukan kepada Presiden sebagai bahan pertimbangan dalam menetapkan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat Papua.

Dorongan Kebijakan Terintegrasi

Paulus Waterpauw menyebut contoh kawasan dengan status khusus seperti Danau Toba dan Batam yang dinilai berhasil melalui kebijakan terintegrasi.

Ia mengungkapkan, "Saya berharap Raja Ampat ke depan bisa menjadi kawasan kebijakan negara khusus, sehingga pengelolaannya lebih fokus dan terarah."

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi pembangunan Papua.

Pariwisata Berbasis Masyarakat

Pengembangan Raja Ampat diarahkan tidak hanya pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mengedepankan pariwisata berbasis masyarakat lokal.

Pemerintah daerah berencana mengembangkan kawasan permukiman wisata berbasis masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan warga setempat.

Paulus Waterpauw mengatakan, "Konsep ini sangat baik karena masyarakat menjadi bagian langsung dari pembangunan sektor pariwisata."

Raja Ampat juga diarahkan untuk bertransformasi menuju pengelolaan pariwisata yang lebih modern tanpa mengabaikan kearifan lokal dan kelestarian lingkungan.

Ia menambahkan, “Dengan potensi alam yang mendunia, Raja Ampat memiliki peluang besar menjadi model pengembangan pariwisata berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun global.”

Penulis :
Arian Mesa