
Pantau - Perusahaan Umum Daerah Pasar Jaya mengangkut sebanyak 2.002 ton sampah dari Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, dalam kurun waktu empat hari sejak 3 hingga 6 April 2026.
Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan Widiyanto menyatakan, "Sejak tanggal 3 sampai 6 April, sudah ada 112 rit atau sekitar 2.002 ton sampah yang berhasil kami buang ke TPST Bantar Gebang," ungkapnya.
Sampah tersebut diangkut menggunakan armada truk menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantargebang dengan pengerahan besar-besaran setiap hari.
Sebanyak 20 unit truk berkapasitas 10 hingga 20 ton dioperasikan secara rutin dalam proses pengangkutan tersebut.
Total 112 rit pengangkutan terdiri dari 14 unit truk tipe besar dan 98 unit truk tronton yang bekerja intensif selama periode tersebut.
Percepatan Penanganan Sampah
Perumda Pasar Jaya mempercepat proses pembersihan dengan melibatkan pihak swasta guna mengurangi volume sampah di pasar yang merupakan salah satu terbesar di Asia Tenggara.
Langkah ini dilakukan setelah kondisi penumpukan sampah sempat viral di media sosial dalam beberapa waktu terakhir.
Tumpukan sampah masih terlihat di sejumlah titik, namun volumenya disebut telah jauh berkurang dibandingkan pekan sebelumnya.
Proses pengangkutan hingga kini masih terus berlangsung dengan target penyelesaian sekitar 12 hari ke depan.
Perumda Pasar Jaya memastikan pembersihan dilakukan secara maksimal agar kondisi pasar kembali bersih dan tertata.
Dukungan Armada dan Kendala di Lapangan
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut menyiapkan 40 unit truk untuk membantu percepatan pengangkutan sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan, "Pada tahap awal, 20 truk telah mulai beroperasi sementara sisanya akan ditambahkan bertahap," ujarnya.
Penambahan armada dilakukan melalui kerja sama dengan penyedia jasa resmi untuk mempercepat proses penanganan.
Asep Kuswanto menambahkan, "Penambahan armada ini diharapkan dapat mempercepat pengangkutan. Kami menargetkan penanganan dapat tuntas dalam enam sampai 10 hari ke depan," ungkapnya.
Sebelumnya, pengangkutan sampah sempat terhambat selama 18 hari akibat longsor di TPST Bantargebang yang menyebabkan penumpukan hingga sekitar 5.000 ton.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mengatur sistem antrean armada di TPST Bantargebang dengan pembagian sif pembuangan.
Sistem tersebut diterapkan untuk menjaga ketertiban, meningkatkan efisiensi, serta mencegah kepadatan di lokasi pembuangan.
- Penulis :
- Shila Glorya








