
Pantau - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyiapkan program kredit usaha rakyat khusus bagi calon pekerja migran dengan alokasi awal sebesar Rp10 miliar untuk mendukung proses keberangkatan yang aman dan terstruktur.
Program ini dijalankan melalui kerja sama dengan Bank NTB Syariah sebagai perusahaan milik daerah.
"Alokasi anggaran untuk tahap awal sebesar Rp10 miliar dengan potensi penambahan sesuai kebutuhan dan perkembangan program," ungkap pihak pemerintah daerah.
Skema pembiayaan tidak diberikan dalam bentuk uang tunai kepada calon pekerja migran.
"Mereka tidak diberikan uang tunai. Penyaluran pembiayaan dilakukan melalui lembaga resmi perekrut dan penyalur tenaga kerja," jelasnya.
Skema Pembiayaan Terintegrasi
Pembiayaan dalam program KUR ini mencakup berbagai kebutuhan calon pekerja migran sejak tahap awal hingga keberangkatan.
Proses yang dibiayai meliputi rekrutmen tenaga kerja, pelatihan kerja, jaminan sosial dan kesehatan, serta pengurusan dokumen seperti visa dan paspor.
Selain itu, pembiayaan juga mencakup pengurusan perizinan kerja di negara tujuan.
Skema ini dirancang untuk memberikan perlindungan sejak tahap awal keberangkatan.
Program tersebut juga bertujuan meminimalkan praktik penempatan nonprosedural yang masih terjadi.
Regulasi dan Data Pekerja Migran
Pemerintah NTB bersama Bank NTB Syariah saat ini masih menyusun regulasi terkait program KUR pekerja migran.
Regulasi tersebut disiapkan agar program memiliki dasar hukum yang kuat sebelum diluncurkan.
Skema pembiayaan terintegrasi ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menciptakan tata kelola penempatan pekerja migran yang lebih aman, terstruktur, dan berkelanjutan.
Berdasarkan data BP3MI tahun 2025, terdapat 25.062 warga NTB berangkat sebagai pekerja migran secara legal.
Kabupaten Lombok Timur menjadi penyumbang terbesar dengan 12.029 orang.
Kabupaten Lombok Tengah menyusul dengan 7.156 orang.
Kabupaten Lombok Barat menyumbang 4.625 orang.
Kabupaten Lombok Utara sebanyak 702 orang.
Kota Mataram tercatat sebanyak 637 orang.
Malaysia menjadi negara tujuan utama dengan jumlah mencapai 23.685 orang.
Sepanjang Januari hingga Desember 2025, nilai remitansi pekerja migran ke NTB mencapai Rp221,46 miliar.
Remitansi tersebut menjadi kontribusi ekonomi penting bagi keluarga pekerja migran di daerah tersebut.
- Penulis :
- Leon Weldrick








