
Pantau - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan sebagai penggerak ekonomi dalam peringatan Kwibuka ke-32 di Rwanda.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara peringatan genosida Rwanda 1994 yang digelar di Republik Rwanda, Afrika Tengah, Selasa (7/4/2026).
Rwanda Jadi Contoh Keberhasilan Konservasi
Raja Juli Antoni menyoroti keberhasilan Rwanda dalam mengelola konservasi lingkungan yang berdampak pada ekonomi nasional.
Ia mengatakan, "Keberhasilan tersebut tidak hanya berdampak pada aspek ekologis, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian nasional Rwanda."
Salah satu contoh yang disampaikan adalah keberhasilan konservasi gorila gunung di Taman Nasional Volcanoes.
Ia mengungkapkan, "Melalui kebijakan konservasi yang konsisten serta keterlibatan aktif masyarakat lokal, populasi gorila meningkat signifikan dan menjadi ikon keberhasilan konservasi dunia."
Menurutnya, pariwisata berbasis konservasi seperti pelacakan gorila menjadi sumber devisa utama Rwanda.
Ia menegaskan, "Hal ini menunjukkan bahwa konservasi dan pembangunan ekonomi dapat berjalan beriringan."
Kolaborasi dan Pendekatan Ekosistem
Menhut juga menekankan pentingnya tata kelola kolaboratif dan pendekatan jasa ekosistem dalam pengelolaan kawasan hutan.
Ia menjelaskan bahwa hutan tidak hanya berfungsi sebagai kawasan lindung, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Ia menyampaikan, "Dengan pendekatan ini, konservasi menjadi relevan secara ekologis sekaligus bernilai secara ekonomi."
Ia menambahkan, "Taman nasional tidak lagi dipandang sebagai pembatas ruang hidup, melainkan sebagai sumber kesejahteraan bersama."
Peringatan Kwibuka ke-32 menjadi momentum refleksi global atas tragedi genosida 1994 sekaligus pembelajaran tentang pemulihan dan pembangunan berkelanjutan.
Raja Juli Antoni hadir sebagai perwakilan Pemerintah Indonesia atas arahan Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah diplomat dan penyintas genosida.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








